SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Pemerintah Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, resmi meluncurkan penutup kepala khas bernama Udeng Semolo Gandring, Minggu (8/11/2026).
Inovasi budaya itu diperkenalkan bertepatan dengan pelaksanaan tradisi tahunan Mendhak Sanggring yang digelar di kawasan setempat.
Peluncuran udeng ini dihadiri langsung oleh Bupati Lamongan bersama warga desa sebagai wujud penguatan identitas lokal yang telah diakui secara nasional.
Baca juga: Bupati Lamongan Minta Sekolah dan Keluarga Perkuat Karakter Anak Sejak Dini untuk Hadapi Era Digital
Kepala Desa Tlemang, Aris Pramono, menjelaskan bahwa Udeng Semolo Gandring dirancang khusus untuk memperkaya khazanah budaya lokal.
Setiap lipatan dan ornamen pada udeng tersebut menyimpan makna filosofis yang terinspirasi dari prosesi adat Mendhak Sanggring.
"Untuk menunjang itu kita mempunyai ide dan gagasan dengan mengembangkan udeng, dan rencana ke depan kita juga mau membuat batik yang bermotif Tlemang yang berkaitan langsung dengan Mendhak Sanggring," terang Aris Pramono, Minggu (8/11/2026).
Tiga lipatan pada udeng melambangkan tiga tempat memasak atau kenceng yang digunakan dalam ritual masak besar Sanggring.
Filosofi tersebut menggambarkan siklus perjalanan hidup manusia mulai dari alam kandungan, alam dunia, hingga alam akhirat.
Tradisi Mendhak Sanggring sendiri merupakan ritual turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi kepada Ki Buyut Terik.
Seluruh prosesi memasak kuah khas berbahan ayam Jawa dalam tradisi itu wajib dilakukan oleh kaum laki-laki desa.
Keunikan adat istiadat tersebut telah resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Pemerintah desa berharap kehadiran udeng baru ini dapat menggerakkan perekonomian warga melalui keterlibatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah.
Baca juga: GOW Lamongan Latih Anggota Jadi Content Creator untuk Tambah Penghasilan
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, memberikan pujian atas konsistensi warga Desa Tlemang dalam merawat warisan leluhur.
Kehadiran udeng khas baru tersebut dinilai mampu mendongkrak semangat masyarakat dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke kancah yang lebih luas.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi pelestarian adat istiadat agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
"Jadi ini kekhasan dan keunikan khusus dari Desa Tlemang, Mendhak Sanggring ini salah satu budaya yang sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Pemerintah Republik Indonesia," ujar Yuhronur Efendi.
"Dari kegiatan ini kita juga melaunching udeng khas dari Tlemang ini yang namanya Semolo Gandring, diharapkan udeng ini menampilkan suatu semangat dari Tlemang untuk Indonesia, dari Lamongan untuk Indonesia," pungkas Yuhronur Efendi.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.