TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, menerima aspirasi dari Forum Gabungan Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Papua Barat Daya terkait pemerataan dan kejelasan pembagian paket pekerjaan pemerintah kepada kontraktor lokal.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Sarasehan Kebangsaan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang berlangsung di Kantor DPD RI Perwakilan Papua Barat Daya, Sabtu (7/11/2026).

Dokumen berisi poin-poin aspirasi diserahkan langsung oleh Ketua Umum Forum Gabungan Pengusaha OAP Papua Barat Daya, Yance Iek, kepada Paul Finsen Mayor.

Yance Iek mengatakan, para pengusaha OAP meminta adanya kejelasan mengenai alokasi anggaran dan pembagian paket pekerjaan yang menjadi hak pengusaha asli Papua sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, selama ini para pengusaha OAP masih menghadapi persoalan terkait kepastian mendapatkan paket pekerjaan, meskipun keberadaan dan hak mereka telah diatur dalam regulasi.

Ia menyebutkan, forum yang dipimpinnya menghimpun sejumlah asosiasi dengan jumlah anggota yang secara keseluruhan hampir mencapai 500 orang.

"Kami meminta supaya ada kejelasan angka dan alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi pengusaha OAP. Hak kami sudah jelas diatur dalam undang-undang dan regulasi, sehingga pelaksanaannya juga harus jelas," ujar Yance.

Baca juga: DPD RI Soroti Temuan BPK di Papua Barat Daya, Pemda Diminta Tingkatkan Kepatuhan

Ia berharap setiap asosiasi pengusaha OAP mendapatkan kesempatan yang proporsional dalam pembagian paket pekerjaan. 

Bahkan, ia mengusulkan agar alokasi anggaran untuk masing-masing asosiasi dapat mencapai Rp1 miliar hingga Rp2 miliar, sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Yance juga menyoroti ketidakjelasan informasi mengenai paket pekerjaan yang tersedia. 

Menurutnya, dalam sejumlah pertemuan, para pengusaha mendapatkan informasi adanya paket pekerjaan yang dapat diakses, tetapi ketika ditelusuri lebih lanjut, paket tersebut justru tidak tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Paul Finsen Mayor mengungkapkan bahwa berdasarkan data pengadaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Papua Barat Daya tahun anggaran 2026, terdapat 158 paket pekerjaan melalui mekanisme penunjukan langsung (PL).

Senator Paul meminta Gubernur Papua Barat Daya dan kepala dinas terkait agar segera memastikan pembagian paket pekerjaan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha OAP.

"Saya ingatkan kepada Pak Gubernur dan kepala dinas agar paket-paket pekerjaan ini segera diberikan kepada mereka. Jangan sampai anggaran sudah tersedia, tetapi pekerjaannya tidak segera dilaksanakan," ujar Paul.

Baca juga: OJK dan DPD RI Edukasi Nelayan Raja Ampat Terkait Keuangan Ilegal

Ia menilai percepatan pelaksanaan pekerjaan penting dilakukan agar anggaran tahun 2026 dapat terserap secara optimal. 

Apabila pekerjaan terlambat dilaksanakan hingga akhir tahun anggaran, dikhawatirkan terjadi sisa anggaran yang harus dikembalikan ke kas daerah.

Menurutnya, rendahnya penyerapan anggaran juga berpotensi berdampak terhadap alokasi anggaran pemerintah daerah pada tahun berikutnya.

Selain mendorong percepatan pembagian paket pekerjaan, Paul menegaskan akan melakukan pengawasan terhadap proses pengadaan dan pelaksanaan proyek, termasuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

"Saya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan untuk melakukan pengawasan, pengecekan, serta penyelidikan apabila ditemukan indikasi penyimpangan. Jika ada temuan, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum," ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya difokuskan pada paket pekerjaan tahun anggaran 2026, tetapi juga mencakup pekerjaan pada tahun sebelumnya.

Paul berharap aspirasi yang disampaikan Forum Gabungan Pengusaha OAP Papua Barat Daya dapat menjadi perhatian serius pemerintah provinsi, sehingga kebijakan keberpihakan kepada pengusaha asli Papua benar-benar diwujudkan melalui pembagian kesempatan usaha yang transparan, adil, dan sesuai regulasi. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.