TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang mulai menguji penerapan pavingisasi pada ruas jalan kabupaten di kawasan permukiman, diawali pavingisasi di kawasan Banyusidi Kecamatan Pakis.
Program percontohan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga mengurangi limpasan air hujan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang sekaligus Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR), David Rudiyanto, mengatakan penggunaan paving memungkinkan sebagian air hujan meresap ke tanah. Dengan begitu, limpasan air permukaan atau run off dapat dikurangi.
“Run off-nya juga akan berkurang karena air hujan ada yang meresap ke tanah. Nanti program Pak Bupati ini akan kita kembangkan di tempat-tempat lain, terutama di lingkungan,” ujarnya.
Menurut David, uji coba tersebut menjadi proyek percontohan pertama Pemkab Magelang untuk penerapan paving pada jalan kabupaten. Jika hasilnya dinilai baik, program serupa berpeluang diperluas ke ruas jalan lain, termasuk kawasan permukiman.
Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kewenangan jalan. Pekerjaan pada ruas jalan kabupaten ditangani DPUPR, sedangkan pembangunan di wilayah desa dapat dilakukan melalui dukungan Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Pemkab juga mulai menjajaki skema pemberdayaan masyarakat melalui produksi paving oleh pemerintah desa. Warga nantinya berpeluang dilibatkan dalam usaha pembuatan material tersebut dengan pendampingan teknis dari pemerintah daerah.
“Kita ajari supaya kualitasnya bagus. Kita juga punya laboratorium yang nanti bisa dimanfaatkan untuk pengujian,” jelasnya.
David menambahkan, kualitas paving akan menjadi perhatian dalam tahap uji coba. Material yang digunakan antara lain pasir Merapi, batu split, dan semen. Komposisi campuran akan diuji untuk memperoleh hasil dengan kekuatan yang memenuhi kebutuhan jalan.
Terkait biaya produksi dibandingkan konstruksi aspal, David menyebut hal itu masih perlu dihitung berdasarkan kondisi dan karakteristik lokasi.
"Uji coba awal dilakukan di kawasan Banyusidi Kecamatan Pakis. Ke depan, Pemkab Magelang membuka peluang pengembangan program tersebut di wilayah lain, termasuk kawasan permukiman di sekitar Kecamatan Grabag," Imbuhnya.
Melalui proyek percontohan ini, Pemkab Magelang ingin melihat efektivitas pavingisasi sebagai alternatif penanganan jalan lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.