TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Sebanyak 6.500 warga Jakarta tak lagi miskin.

Hal itu tercatat dalam data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung seusai menggelar rapat di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/11/2026).

Pramono mengatakan, penurunan jumlah penduduk miskin menjadi salah satu indikator kesejahteraan masyarakat Jakarta yang mengalami perbaikan.

Ia menyebut angka penurunan tersebut cukup signifikan untuk ukuran Jakarta.

"Indikator kesejahteraan menunjukkan juga perbaikan dan itu terlihat dari jumlah penduduk miskin di Jakarta yang mengalami penurunan cukup signifikan, kurang lebih 6.500 orang," kata Pramono.

Selain penurunan jumlah penduduk miskin, Pramono menyampaikan kondisi ekonomi Jakarta juga menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data BPS terbaru yang dipaparkannya, ekonomi Jakarta pada kuartal III tumbuh 5,87 persen.

Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan sebelumnya yang berada di angka 5,52 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,87 persen itu juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47 persen.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Arena Ring Tinju Kampung Melayu yang berlokasi di bawah Flyover Kampung Melayu, Kelurahan Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Arena Ring Tinju Kampung Melayu yang berlokasi di bawah Flyover Kampung Melayu, Kelurahan Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026). (Dok PAM Jaya)

Pramono mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi gambaran dampak berbagai kegiatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Ini mencerminkan bahwa apa yang kami lakukan dengan yang saya sebut dengan epicentrum of event itu dampaknya terlihat terpotret dari apa yang kemudian dirilis oleh BPS," ujar Pramono.

Tak hanya pertumbuhan ekonomi dan angka kemiskinan, Pramono juga menyoroti tingkat inflasi Jakarta.

Ia menyebut inflasi Jakarta berada di angka 2,52 persen dan menjadi yang terendah di kawasan Jawa-Bali.

Menurut Pramono, pengendalian harga dilakukan dengan pemantauan secara langsung oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi di antaranya daging, beras, ubi, cabai hingga perhiasan.

"Karena memang dipantau dan dimonitor dengan baik sehingga terjaga. Padahal biasanya Jakarta itu untuk inflasinya paling sensitif. Tapi kali ini kita bisa pertahankan, kita jaga di angka 2,52 persen," kata Pramono.

Pramono juga menyampaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta mengalami peningkatan menjadi 85,88 dari periode sebelumnya yang berada di angka 85,05.

Ia menilai sejumlah indikator tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat sekaligus perekonomian Ibu Kota.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, inflasi yang terkendali, serta jumlah penduduk miskin yang menurun, Pemprov DKI Jakarta menilai kondisi ekonomi dan kesejahteraan warga menunjukkan perkembangan positif.

Berita Lainnya

Baca juga: Jadwal Piala Asia 2027 Berubah, PSSI Siapkan 3 Agenda Penting Sebelum Timnas Indonesia Bertarung 

Baca juga: 4 Karyawan Jadi Korban Kebakaran Restoran di Blok M Square, 3 Orang Belum Sadarkan Diri

Baca juga: STY Kembali Beri Kode Egy Maulana Vikri Gabung Persija, Sampai Panggil Namanya di Konferensi Pers

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.