TRIBUNJAKARTA.COM - Harga tiket pertandingan Java United vs Persib Bandung dikabarkan mengalami kenaikan berkali-kali lipat.
Kabar tersebut menjadi sorotan setelah dedengkot Bobotoh, Eko Noer Kristiyanto, mengungkapkan perkiraan harga tiket pertandingan tersebut.
Menurut Eko, harga tiket yang biasanya berada di kisaran Rp 27 ribu kini disebut naik menjadi lebih dari Rp 100 ribu.
Bahkan, ia memperkirakan harga tiket pertandingan Java United kontra Persib bisa mencapai Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu.
Meski demikian, Eko menilai kenaikan harga tersebut merupakan hal yang wajar karena tiket pertandingan dijual oleh panitia pelaksana (panpel) Java United, bukan Persib Bandung.
"Jadi bukan Panpel Persib. Gini, kenapa saya sebut wajar. Jadi Java United ini kan pindah homebase harusnya kan mereka di Malut ya. Di Malut pindah homebase ke Semarang itu yang ada di pikiran mereka kan mencoba meraih simpati publik Semarang," ujar Eko.
Ia menilai Java United berupaya menarik minat masyarakat Semarang untuk datang langsung ke stadion.
Menurutnya, Semarang memiliki potensi penonton yang besar karena merupakan ibu kota Jawa Tengah dengan berbagai sumber daya dan fasilitas.
Eko juga menyinggung kondisi PSIS Semarang yang saat ini turun kasta dan tengah terpuruk.
Ia menilai sebagian warga Semarang mungkin tetap tertarik menyaksikan pertandingan sepak bola, meski tidak memiliki ikatan emosional dengan Java United.
Eko kemudian membandingkan antusiasme masyarakat Semarang terhadap Java United dengan fanatisme Bobotoh terhadap Persib Bandung.
Menurutnya, masyarakat yang datang menyaksikan Java United lebih banyak menjadikan pertandingan sebagai hiburan.
Karena itu, harga tiket murah menjadi salah satu daya tarik.
Berbeda dengan Bobotoh yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Persib.
"Ya wajar atuh dinaikkan. Karena mereka tahu nih Bobotoh fanatismenya tinggi ke Persib. Berapapun tiket kayaknya diusahakan," kata Eko.
Ia juga memperkirakan pertandingan tersebut berpotensi dihadiri Bobotoh dari luar Bandung dan Jawa Barat.
Menurutnya, suporter Persib dari wilayah Jawa Tengah, seperti kawasan Jogja, Solo, dan Semarang, juga berpeluang datang ke stadion.
Selain itu, mahasiswa asal Jawa Barat yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah kota di Jawa Tengah juga dinilai bisa ikut meramaikan pertandingan.
Lebih lanjut, Eko menyebut kenaikan harga tiket saat Persib bermain di kandang lawan bukanlah hal baru.
Ia mencontohkan pertandingan Persib melawan Garudayaksa di Pakansari yang menurutnya juga dibanderol dengan harga tiket lebih tinggi.
Eko bahkan mengingat pengalaman ketika Persib menjalani pertandingan uji coba di sejumlah daerah.
Salah satunya saat Persib menghadapi Perkesit Cianjur di Stadion Badak Putih.
Menurutnya, harga tiket pertandingan tersebut juga tergolong mahal, tetapi tetap disambut antusias oleh penonton.
Hal serupa, lanjut Eko, terjadi ketika Persib bermain di Stadion Galuh, Ciamis.
Ia menilai tingginya antusiasme Bobotoh membuat pertandingan Persib tetap ramai meski harga tiket mengalami kenaikan.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.