TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kulon Progo mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo untuk memanfaatkan Artificial Intelligence atau Akal Imitasi (AI) guna mendukung kinerja. Pelatihan pun diberikan pada Kamis (05/11/2026).
Pelatihan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-55 KORPRI tahun ini. Ketua Panitia Pelaksana HUT Ke-55 KORPRI, Sudarmanto mengatakan pelatihan ini jadi langkah strategis dalam rangka menyiapkan ASN menuju digitalisasi daerah.
"Pemanfaatan AI bisa mendorong para ASN agar punya kemampuan lebih untuk menguatkan produktivitas dan kinerja birokrasi," jelas pria yang juga Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo ini.
Menurut Sudarmanto, pemanfaatan AI sebagai transformasi digital saat ini jadi keharusan bagi para ASN. Sebab tujuannya untuk meningkatkan kinerja birokrasi agar lebih efektif dan bisa berlipat ganda.
Pelatihan bertajuk "KORPRI Melek AI" ini digelar di Aula Adikarta, Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo dan diikuti oleh ratusan ASN. Pelatihan juga digelar secara daring atau online lewat aplikasi Zoom Meeting.
"Harapannya para ASN di Kulon Progo memiliki kemampuan mengoptimalkan produktivitas dan kinerja instansi melalui pemanfaatan AI secara bijak," kata Sudarmanto.
Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono mengatakan penggunaan teknologi AI perlu dilakukan untuk mendukung kinerja ASN. Namun pemanfaatannya juga harus berdasarkan asas kehati-hatian.
Ia mencontohkan proses penyusunan draf yang memanfaatkan teknologi AI. Menurutnya, ASN harus melakukan cek ulang terhadap draf hasil AI, terutama data-data yang bersifat krusial dan menjadi dasar pengambilan kebijakan.
"Jangan sampai ada data-data yang harusnya tidak ada di lingkungan kita justru masuk ke dalam draf dokumen, sebab data apapun bisa ada di sistem AI," jelas Triyono.
Ia pun tak menampik penggunaan AI akan lebih mempermudah kinerja ASN karena sangat cerdas. Namun ia juga mengingatkan ASN agar tidak selalu mengandalkan teknologi AI.
Triyono menilai pemanfaatan AI bisa membuat para ASN jadi malas berpikir karena kinerja sepenuhnya diserahkan pada teknologi. Profesonalitas dan integritas pun bisa tersingkir karena kemudahan yang diberikan teknologi.
"Para ASN harus tetap mengedepankan etika, adab, serta tidak sepenuhnya proses berpikir pada mesin," katanya.(alx)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.