Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - 100 paket sembako dibagikan Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Blitar kepada masyarakat di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Kamis (5/11/2026). 

Kegiatan bakti sosial ini digelar untuk memperingati Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 pada tahun 2026 ini.

Baca juga: Putra Sang Fajar FC Siap Berlaga di Liga 3 2026/2027, Dilaunching di Stadion Soepriadi Kota Blitar

Kepala Kantor Imigrasi Blitar, Aditya Nursanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sekaligus komitmen institusi dalam memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Imigrasi tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang memberikan manfaat secara langsung.

"Melalui Imipas Peduli 2026, kami ingin menjadikan momentum Hari Bhakti Kemenimipas sebagai kesempatan untuk berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan warga," katanya.

Selain itu, kata Aditya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kelembagaan dan membangun sinergi dengan berbagai unsur pemerintah serta masyarakat.

Kantor Imigrasi Blitar juga berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang optimal dan menjalankan fungsi penegakan hukum keimigrasian.

"Kami ingin memperkuat tanggung jawab sosial melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat di momen peringatan Hari Bhakti Kemenimipas ke-2," ujarnya.

Program Imigrasi Masuk Desa

Dalam kesempatan itu, Kantor Imigrasi Blitar juga terus memperkuat edukasi keimigrasian kepada masyarakat melalui program Imigrasi Masuk Desa di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Kantor Imigrasi Blitar menggandeng kecamatan dan kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Aditya menjelaskan, program Imigrasi Masuk Desa merupakan salah satu upaya mendekatkan informasi dan layanan keimigrasian kepada masyarakat hingga tingkat desa.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai prosedur keimigrasian, tetapi juga dibekali pengetahuan untuk mengenali berbagai potensi tindak kejahatan.

"Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus TPPO dan TPPM, terutama tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar tanpa kejelasan perusahaan maupun prosedur keberangkatannya," katanya.

Ia menjelaskan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya memastikan legalitas perusahaan, kejelasan pekerjaan, serta prosedur keberangkatan sebelum menerima tawaran bekerja, khususnya ke luar daerah maupun luar negeri.

"Melalui program Imigrasi Masuk Desa, kami berkomitmen menghadirkan edukasi dan informasi keimigrasian lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat perlindungan warga dari berbagai potensi kejahatan," pungkasnya.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.