TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan kembali mendapat kesempatan membawa nama Kalimantan Timur ke panggung nasional.
Dua perwakilan Duta Wisata Manuntung Kota Balikpapan 2025, Hayden Castillo dan Racshele Iva, bersiap mengikuti ajang Duta Wisata Indonesia 2026 yang akan berlangsung di Bali.
Keduanya dipercaya mewakili Kalimantan Timur setelah melalui proses pemilihan di tingkat daerah.
Berbagai persiapan pun telah dilakukan untuk menghadapi kompetisi nasional.
Mulai dari penampilan, presentasi, hingga pendalaman wawasan mengenai potensi pariwisata.
Tak hanya mengandalkan kemampuan individu, Hayden dan Racshele juga membawa program kerja bertajuk "Tell Me More".
Baca juga: Grand Final Putri dan Duta Wisata Kutai Barat 2026, Bentuk Karakter Generasi Muda
Program tersebut menjadi salah satu materi unggulan yang akan diperkenalkan dalam ajang nasional.
Untuk diketahui, Tell Me More berfokus pada pengenalan berbagai peluang karier di sektor pariwisata kepada anak-anak sejak usia sekolah.
Melalui program ini, keduanya ingin memperluas wawasan generasi muda mengenai profesi yang dapat dikembangkan dalam industri pariwisata.
Hayden menjelaskan, gagasan tersebut berangkat dari terbatasnya pilihan profesi yang umumnya dikenal anak-anak ketika ditanya mengenai cita-cita.
Padahal, kata dia, sektor pariwisata memiliki banyak bidang pekerjaan yang bisa menjadi pilihan masa depan.
"Ketika masih kecil, kita mungkin sering ditanya mengenai cita-cita. Namun, pilihan yang terlintas biasanya masih terbatas, seperti dokter, tentara, atau guru. Melalui program ini, kami ingin mengenalkan bahwa ada banyak profesi lain di sektor pariwisata," kata Hayden saat di Press Conference Hayden dan Racshele Goes To National, di Ewalk BSB, Kamis (5/11/2026).
Baca juga: Bupati Frederick Edwin: Duta Wisata Kutai Barat Harus Jadi Ikon Promosi Pariwisata dan Budaya
Menurut Hayden, pengenalan sektor pariwisata perlu dilakukan sejak usia sekolah dasar.
Terlebih, terdapat proyeksi kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan yang mencapai 8,6 juta orang.
Dilansir dari laman Kemnaker, proyeksi kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan mencapai sekitar 8,6 juta orang secara global menurut laporan World Travel & Tourism Council (WTTC), sementara di Indonesia sendiri angka kebutuhan untuk sektor pariwisata dan perhotelan juga berada di kisaran angka tersebut, dengan posisi yang paling banyak dicari meliputi room attendant, waiter, dan front office attendant.
Sehingga, melalui "Tell Me More", mereka ingin memberikan gambaran lebih luas kepada anak-anak tanpa mengarahkan atau membatasi cita-cita yang ingin dicapai.
"Tujuan kami bukan mendikte atau membatasi cita-cita mereka. Kami ingin memperluas pilihan, sehingga anak-anak tahu ada banyak hal yang bisa mereka tekuni dan kembangkan," ujarnya.
Program tersebut sejauh ini telah menjangkau lebih dari 350 siswa di empat kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, meliputi Penajam Paser Utara, Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Berau.
Sementara itu, Racshele menuturkan, kegiatan "Tell Me More" juga melibatkan kreativitas anak-anak dalam mengenali potensi daerah.
Salah satunya melalui pembuatan pop-up book yang berisi gambaran pariwisata dan identitas wilayah masing-masing.
Di Penajam Paser Utara, lanjutnya, para siswa menggambarkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai simbol masa depan baru Indonesia.
Baca juga: Grand Final Duta Wisata 2026, Walikota Balikpapan Rahmad Masud Bidik Panggung Internasional
Dari kegiatan tersebut, disebutkan bahwa sebanyak 80 siswa menyatakan tertarik terhadap sektor pariwisata.
Sementara 130 siswa lainnya ingin mengetahui lebih banyak mengenai bidang tersebut.
"Kami tidak ingin mengubah cita-cita mereka. Justru, kami ingin memberikan lebih banyak pilihan dan mengenalkan profesi yang mungkin sebelumnya belum pernah mereka ketahui," tuturnya.
Racshele berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak pelajar.
Menurutnya, pengenalan pariwisata sejak dini juga berpeluang memberikan dampak terhadap pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sementara itu, persiapan menuju kompetisi Duta Wisata Indonesia 2026 di Bali telah mencapai sekitar 98 persen.
Ia menyebut, masih ada sejumlah tahapan yang perlu dimatangkan. Mulai dari malam bakat, presentasi, hingga proyek pariwisata atau tourism project.
Persiapan lainnya mencakup pemotretan, pembuatan video profil, serta pendalaman wawasan dan pengetahuan seputar pariwisata.
Baca juga: Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Digelar, Walikota Harap Generasi Muda Promosikan Balikpapan
Dalam proses tersebut, keduanya mendapat dukungan dari Forum Duta Wisata Balikpapan, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, serta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) Kota Balikpapan.
Racshele mengatakan, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka hingga dipercaya mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional.
"Kami tentu tidak bisa sampai di tahap ini tanpa dukungan banyak pihak. Sebuah program juga tidak akan berjalan dengan baik tanpa kolaborasi," pungkasnya.
Sebagai informasi, Hayden dan Racshele dijadwalkan berangkat ke Bali pada 8 November. Di sana, mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan yang akan berjalan mulai 9-15 November 2026. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.