TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Insiden kebakaran bangkai kapal fiber MV Sri Arjuna 3 yang tertambat di Gang Prapat IV, Jalan Sultan Machmud, Kelurahan Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang kini menjadi fokus penyelidikan Satpolairud Polresta Tanjungpinang.
Selain mencari penyebab api berkobar, aparat juga tengah berburu siapa pemilik sebenarnya kapal yang sudah tidak layak berlayar tersebut.
Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Tanjungpinang Ipda Mulyoto menyampaikan, pihaknya telah memeriksa dua orang saksi untuk mengungkap kronologi kejadian yang terjadi Rabu (4/11/2026) sore tersebut.
"Pemadaman berlangsung hingga pukul 17.45 WIB, dilakukan oleh Damkar bersama warga dan kepolisian," kata Ipda Mulyoto, Kamis (5/11/2026).
Dia menyebut dugaan sementara menyebut api kemungkinan dipicu oleh sekelompok anak‑anak yang bermain di atas bangkai kapal.
Namun hal itu belum terkonfirmasi secara mutlak dan masih didalami penyelidik.
Yang tak kalah penting, hingga saat ini identitas pemilik bangkai kapal MV Sri Arjuna 3 belum diketahui.
"Pemilik satu unit bangkai kapal fiber MV Sri Arjuna 3 untuk saat ini belum diketahui dan masih kami dalami," kata dia.
Dia menambahkan karena kapal tersebut sudah berstatus bangkai dan tidak layak berlayar, kerugian akibat kebakaran belum dapat ditaksir secara pasti.
Keberadaan bangkai kapal yang tertambat di kawasan pemukiman ini pun menimbulkan pertanyaan warga.
Siapa yang bertanggung jawab mengelola, menertibkan atau mengangkat kapal tersebut sebelum menjadi sarang bermain anak dan sumber bahaya kebakaran.
Satpolairud Polresta Tanjungpinang, akan terus menyelidiki asal‑usul kapal, siapa yang mengelola tambatan, penyebab pasti kebakaran serta pihak yang harus bertanggung jawab.
"Kami masih lanjut penyelidikan. Belum ada kesimpulan final bahwa anak‑anak itu penyebabnya. Kami juga sedang melacak pemilik kapal," tegas Ipda Mulyoto.
Berdasarkan keterangan warga, Mail informasi kebakaran pertama kali diterima sekitar pukul 16.50 WIB.
Saat dia tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, bangkai kapal sudah dilalap api dan mengeluarkan kepulan asap hitam yang tebal.
Tiga menit kemudian, warga lain segera menghubungi layanan darurat 110 Kepolisian serta Damkar Kota Tanjungpinang.
Warga berharap aparat segera menertibkan bangkai kapal yang masih tertambat di kawasan tersebut agar tidak lagi dijadikan tempat bermain anak dan menimbulkan bahaya serupa di masa mendatang. (TRIBUN BATAM.id / Ronnye Lodo Laleng).
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.