TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan terkubur di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, ternyata sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah tidak bisa dihubungi sejak 10 Oktober 2026.

Keluarga korban baru melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Sungai Lilin pada Senin (2/11/2026) malam.

Korban berinisial J (54) diketahui merupakan warga Desa Berlian Makmur, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Sementara itu, mobil Daihatsu Sigra warna silver milik korban turut diamankan bersama tersangka FS (22).

Kapolsek Sungai Lilin Iptu Marlin mengatakan, pihaknya awalnya menerima informasi dari keluarga mengenai hilangnya salah satu anggota keluarga mereka.

"Di malam Senin tanggal 2 November, kami mendapatkan informasi ada orang hilang. Dan kami cocokkan dengan informasi yang kami dapat, kemudian kami melakukan olah TKP ke tempat terakhir korban terlihat oleh warga sekitar atau tetangga. Kami juga menanyakan orang terakhir yang bersama korban saat itu," ujar Marlin.

Setelah mengumpulkan informasi, pihaknya berkoordinasi dengan Subdit III Jatanras Polda Sumsel untuk melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.

Tersangka FS akhirnya ditangkap saat berada di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

"Dari kesesuaian informasi tersebut kami berkoordinasi dengan Jatanras Polda Sumsel untuk mengambil tindakan upaya penjemputan pelaku. Di Kecamatan Cengal, OKI," katanya.

Baca juga: Dibunuh di Muba, Bos Sayuran Dibawa dan Dikubur Anak Buahnya di Ogan Ilir, Mobilnya Dibawa Kabur

Marlin menjelaskan, keluarga korban mulai kehilangan kontak dengan J sejak 10 Oktober 2026.

Namun, saat dilakukan pengecekan, sinyal GPS kendaraan milik korban masih aktif sehingga keluarga awalnya menduga korban sedang melakukan perjalanan.

Seiring waktu, keluarga kemudian menelusuri pergerakan kendaraan tersebut.

Dari hasil pengecekan, mobil korban diketahui bergerak ke arah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

"GPS kendaraan masih aktif jadi keluarga menduga korban melakukan perjalanan. Namun lama-kelamaan dicari, mobil korban bergerak ke arah Kabupaten OKU Timur. Dari situ akhirnya keluarga melapor," jelasnya.

Marlin menambahkan, korban dan tersangka tidak berasal dari desa yang sama.

Keduanya memiliki hubungan pekerjaan, yakni korban bekerja sebagai pedagang sayur keliling menggunakan mobil, sedangkan FS merupakan karyawannya.

"Hubungannya pekerjaan. Pelaku bekerja dengan korban yang merupakan seorang pedagang sayur," tandasnya.

 

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.