Air bersih merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci bahan makanan, hingga memenuhi kebutuhan minum. Namun, kondisi air di rumah tidak selalu jernih dan bebas dari kontaminan. Misalnya air sumur, terkadang terlihat keruh karena mengandung partikel tanah, pasir, atau endapan lainnya.


Salah satu cara untuk membantu memperbaiki kualitas air adalah menggunakan filter atau penyaring air. Sistem penyaringan dapat membantu mengurangi kekeruhan dan partikel tertentu, tergantung pada bahan serta teknologi yang digunakan. Meski begitu, air yang terlihat jernih belum tentu aman untuk diminum karena masih mungkin mengandung mikroorganisme maupun zat kimia berbahaya.


Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pengolahan air rumah tangga dapat dilakukan melalui beberapa metode, seperti penyaringan, perebusan, desinfeksi menggunakan klorin, dan desinfeksi matahari. Pemilihan metode perlu disesuaikan dengan kondisi serta kualitas sumber air. Berikut penjelasan lengkapnya, dilansir Merdeka.com dari laman CDC pada Rabu (04/11).



1. Kenali Prinsip Kerja Filter Air Rumah Tangga

Filter air bekerja dengan menyaring partikel atau kontaminan tertentu dari air menggunakan media penyaring. Salah satu metode yang dijelaskan CDC adalah filtrasi pasir lambat (slow sand filtration).


Sistem ini menggunakan beberapa komponen utama, yaitu tangki penampung, lapisan pasir halus, kerikil sebagai penyangga pasir, saluran untuk mengumpulkan air hasil penyaringan, serta pengatur aliran. Air melewati lapisan pasir secara perlahan sehingga kekeruhan dan sebagian mikroorganisme dapat dikurangi.


Metode tersebut tidak memerlukan tambahan bahan kimia dalam proses penyaringannya. Namun, kemampuan filter tetap bergantung pada rancangan, kondisi media, dan kualitas air yang diolah.



2. Siapkan Komponen Filter Air dari Pasir dan Kerikil

Untuk membuat sistem penyaringan sederhana dengan prinsip filtrasi pasir lambat, beberapa komponen utama perlu disiapkan. Mengacu pada penjelasan CDC, sistem ini membutuhkan wadah atau tangki, pasir halus, kerikil, saluran penampung air hasil penyaringan, dan pengatur aliran.


Setiap komponen memiliki fungsi berbeda dalam proses penyaringan.



  • Tangki atau wadah penampung: Menjadi tempat seluruh media penyaring disusun.

  • Pasir halus: Berfungsi sebagai media utama untuk membantu mengurangi kekeruhan dan sebagian mikroorganisme.

  • Kerikil: Menjadi lapisan penyangga agar pasir tidak langsung masuk ke saluran pengumpulan air.

  • Saluran pengumpul: Mengalirkan air yang telah melewati media penyaring menuju wadah penampungan.

  • Pengatur aliran: Membantu menjaga air melewati lapisan penyaring secara perlahan.


Pastikan seluruh wadah dan komponen yang digunakan dalam kondisi bersih. Perlu diingat, filter sederhana dari pasir dan kerikil belum tentu mampu menghilangkan seluruh kontaminan dalam air sehingga hasil penyaringannya tidak otomatis aman untuk diminum.



3. Susun Media Penyaring di Dalam Wadah

Setelah seluruh komponen tersedia, susun media penyaring dengan memperhatikan fungsi masing-masing lapisan. Pasir halus ditempatkan sebagai media filtrasi, sedangkan kerikil berperan sebagai penyangga di bagian bawahnya.


Pastikan tersedia saluran yang dapat mengumpulkan air setelah melewati media penyaring. Sistem juga perlu dilengkapi pengatur aliran agar proses penyaringan berlangsung perlahan, sesuai prinsip filtrasi pasir lambat.


Pada metode ini, air tidak langsung melewati filter dalam waktu singkat. Proses yang berlangsung secara perlahan membantu mengurangi kekeruhan dan sebagian mikroorganisme. Namun, tingkat keberhasilannya tetap bergantung pada konstruksi dan pemeliharaan sistem.



4. Pilih Filter Berdasarkan Jenis Kontaminan Air

Tidak semua filter memiliki kemampuan yang sama. CDC menjelaskan bahwa efektivitas penyaringan dipengaruhi ukuran pori-pori filter, ukuran zat yang akan disaring, serta karakteristik zat tersebut.


Berikut beberapa jenis sistem pengolahan air yang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan rumah tangga.


a. Mikrofiltrasi


Mikrofiltrasi umumnya memiliki ukuran pori sekitar 0,1 mikron. Filter ini dapat menghilangkan parasit tertentu, seperti Giardia dan Cryptosporidium, serta membantu mengurangi sebagian bakteri. Namun, mikrofiltrasi tidak dirancang untuk menghilangkan virus maupun bahan kimia seperti timbal dan arsenik.


b. Ultrafiltrasi


Ultrafiltrasi menggunakan pori-pori yang lebih kecil, sekitar 0,01 mikron. Sistem ini dapat menghilangkan parasit dan bakteri, tetapi kemampuan mengurangi virus masih terbatas. Filter jenis ini juga tidak menghilangkan kontaminan kimia.


c. Nanofiltrasi


Nanofiltrasi memiliki ukuran pori sekitar 0,001 mikron. Sistem ini dapat menghilangkan parasit, bakteri, dan virus. Beberapa bahan kimia juga dapat dikurangi, tetapi efektivitasnya bergantung pada jenis kontaminan.


d. Reverse Osmosis (RO)


Sistem reverse osmosis menggunakan tekanan untuk mendorong air melewati membran dengan pori sangat kecil, sekitar 0,0001 mikron. Teknologi ini dapat menghilangkan parasit, bakteri, virus, serta sejumlah zat kimia tertentu, seperti timbal, tembaga, dan kromium. Meski demikian, tidak semua kontaminan otomatis terhilangkan sehingga spesifikasi produk tetap perlu diperiksa.



5. Lakukan Pengolahan Tambahan Jika Air Digunakan untuk Minum

Penyaringan fisik tidak selalu cukup untuk membuat air aman dikonsumsi. Beberapa filter rumah tangga, terutama yang menggunakan karbon aktif seperti filter teko atau lemari es, lebih ditujukan untuk memperbaiki rasa air atau mengurangi zat tertentu. Filter jenis ini umumnya tidak dirancang untuk menghilangkan mikroorganisme penyebab penyakit.


Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan beberapa metode pengolahan tambahan yang dapat digunakan sesuai kondisi air, di antaranya:



  • Perebusan: Didihkan air jernih hingga bergolak selama satu menit untuk membunuh virus, bakteri, dan parasit. Setelah dingin, simpan dalam wadah bersih yang tertutup rapat.

  • Klorinasi: Menggunakan produk berbahan dasar klorin untuk membunuh bakteri dan virus. Penggunaannya harus mengikuti petunjuk produk karena efektivitasnya berbeda terhadap jenis mikroorganisme tertentu.

  • Desinfeksi matahari: Masukkan air ke dalam wadah transparan, kemudian letakkan di bawah sinar matahari yang kuat selama 6–8 jam. Jika cuaca mendung, prosesnya dapat membutuhkan waktu hingga dua hari.


Perlu diingat, metode tersebut tidak dapat menghilangkan kontaminasi bahan kimia berbahaya atau material radioaktif. Jika air diketahui atau diduga tercemar zat tersebut, gunakan sumber air lain yang aman.



6. Rawat Filter Air agar Tetap Berfungsi Optimal

Filter air membutuhkan perawatan berkala agar kemampuannya tetap terjaga. Media penyaring yang tidak dirawat berisiko menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme sehingga kualitas air justru dapat menurun.


CDC menyarankan penggantian filter secara teratur mengikuti rekomendasi produsen. Saat mengganti komponen penyaring, gunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya untuk mengurangi risiko kontak dengan kontaminan yang tertahan di dalam filter.


Selain itu, periksa kondisi wadah, saluran air, dan komponen lainnya secara berkala. Pastikan tidak ada bagian yang rusak atau kotor sehingga dapat mengganggu proses penyaringan.



Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuat Filter Air di Rumah

Sebelum menerapkan cara membuat filter air bersih untuk rumah tangga, ada beberapa hal penting yang sebaiknya tidak diabaikan.


1. Periksa kualitas sumber air terlebih dahulu


Air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya. CDC menyarankan pengujian air untuk mengetahui jenis kontaminan yang terkandung di dalamnya sebelum menentukan sistem pengolahan yang tepat.


Jika menggunakan air sumur atau air hujan, pemeriksaan kualitas secara berkala juga penting dilakukan.


2. Jangan hanya mengandalkan rasa, warna, dan bau


Perubahan warna, aroma, atau rasa memang bisa menjadi tanda adanya perubahan kualitas air. Namun, ketiga indikator tersebut tidak selalu menunjukkan tingkat keamanannya. Beberapa kontaminan berbahaya justru tidak mengubah penampilan maupun rasa air.


3. Perhatikan kemampuan filter yang digunakan


Periksa label dan spesifikasi produk sebelum membeli filter. Pastikan sistem tersebut memang dirancang untuk mengurangi jenis kontaminan yang ditemukan dalam sumber air. Sertifikasi NSF pada produk juga dapat menjadi salah satu acuan untuk mengetahui klaim pengurangan kontaminan.


4. Jangan langsung meminum air hasil penyaringan sederhana


Filter buatan sendiri dengan pasir dan kerikil belum tentu mampu menghilangkan seluruh mikroorganisme atau bahan kimia berbahaya. Jika air akan digunakan untuk minum, diperlukan pengolahan tambahan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan kualitas air.



Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Filter Air Bersih untuk Rumah Tangga

1. Apa saja bahan yang dibutuhkan untuk membuat filter air sederhana di rumah?


Beberapa komponen yang dapat digunakan antara lain wadah penampung, pasir halus, kerikil, saluran pengumpul air, dan pengatur aliran.


2. Apakah filter air dari pasir dan kerikil bisa langsung menghasilkan air layak minum?


Tidak selalu. Filter pasir dan kerikil dapat membantu mengurangi kekeruhan serta sebagian mikroorganisme, tetapi belum tentu mampu menghilangkan virus, bakteri, dan bahan kimia berbahaya secara menyeluruh.


3. Bagaimana cara membuat air hasil penyaringan lebih aman untuk diminum?


Lakukan pengolahan tambahan sesuai jenis kontaminan yang ditemukan, seperti perebusan atau desinfeksi menggunakan metode yang tepat. Jika air mengandung bahan kimia berbahaya, gunakan sumber air lain yang sudah dipastikan aman.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.