SURYA.co.id, MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto mencatat nol kasus Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) selama Januari hingga Oktober 2026.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita, meminta capaian tersebut dipertahankan hingga akhir tahun.

Capaian ini didukung upaya edukasi kesehatan bagi ibu hamil, mulai dari pencegahan risiko persalinan hingga pemenuhan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan mencegah stunting.

Ning Ita Minta Capaian Nol Kematian Ibu dan Bayi Dipertahankan

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan, keselamatan dan kesehatan warga merupakan tanggung jawab sekaligus capaian kinerja pemerintah daerah yang dievaluasi oleh pemerintah pusat.

Dirinya meminta capaian ini dipertahankan sampai berakhirnya tahun 2026 mendatang.

"Tolok ukur kinerja adalah jangan ada bayi yang meninggal karena kita dinilai oleh pemerintah pusat. Jangan ada ibu melahirkan, meninggal," kata Ning Ita saat membuka Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat bertema "Ibu Hamil Cerdas, Bayi Sehat" di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk mengedukasi masyarakat, khususnya calon ibu, guna mencegah kasus fatalitas saat persalinan maupun pascamelahirkan.

"Semuanya yang hadir di sini diberi ilmu, ini bagian dari upaya mencegah atau preventif," ujar Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto.

Edukasi Nutrisi untuk Cegah Stunting

Di hadapan para peserta, Ning Ita berpesan agar masyarakat memahami pentingnya edukasi kesehatan demi mencetak generasi unggul.

Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada keselamatan persalinan, tetapi juga pemenuhan gizi yang tepat.

Kedisiplinan dalam memenuhi asupan nutrisi sejak bayi masih dalam kandungan diperlukan untuk memutus mata rantai stunting di Kota Mojokerto.

"Mulai dari kandungan bayi harus sehat, kalau lahir juga diberikan nutrisi untuk tumbuh kembang sehat dan jangan sampai ada yang stunting," pungkas Ning Ita.

Pemkot Mojokerto Gandeng IDI dan POGI

Ning Ita mengungkapkan, kegiatan edukasi ini merupakan kolaborasi Pemkot Mojokerto dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan POGI Cabang Surabaya Komisariat Mojokerto.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 90 peserta dengan menghadirkan narasumber Konsultan Fetomaternal RSUD dr. Soetomo, dr. Nareswari Imanada Cininta Marciantoro, Sp.OG., Subsp.K.F.M.

Dalam forum ini, para ibu hamil juga difasilitasi evaluasi ultrasonografi (USG).

Dirinya berharap langkah nyata ini dapat mempertahankan prestasi Kota Mojokerto. Hingga Oktober 2026, daerah tersebut mencatat nol kasus AKI dan menekan prevalensi balita stunting di angka 0,81 persen.

"Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot dalam mendongkrak Usia Harapan Hidup warganya yang kini mencapai 76,31 tahun," tandasnya.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.