TRIBUN PEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perusahaan di Provinsi Riau didorong memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif sumber pendanaan untuk memperluas usaha dan meningkatkan daya saing. 

Potensi ekonomi Riau yang besar, terutama di sektor perkebunan dan pertambangan, dinilai membuka peluang bagi lebih banyak perusahaan daerah untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Ketua DPP APINDO Riau, Nila Riana, mengatakan kondisi dunia usaha saat ini menghadapi berbagai tantangan.

Perusahaan tidak hanya dituntut mampu bertahan, tetapi juga harus terus berinovasi, tumbuh, dan meningkatkan daya saing. 

Salah satu kebutuhan penting untuk mendukung hal tersebut adalah akses terhadap pendanaan jangka panjang.

"Selama ini banyak perusahaan masih mengandalkan pembiayaan perbankan maupun modal internal. Padahal, pasar modal bisa menjadi salah satu alternatif bagi perusahaan untuk memperoleh pendanaan jangka panjang melalui mekanisme go public dan penawaran saham kepada masyarakat," ujarnya dalam kegiatan Go Public Seminar bertema Go Public dan Prospek Pendanaan di Pasar Modal di Grand Suka Hotel Pekanbaru, Selasa (3/11/2026).

Menurut Nila, melalui mekanisme go public, perusahaan berpeluang memperoleh tambahan modal untuk berbagai kebutuhan, mulai dari ekspansi bisnis hingga memperkuat struktur permodalan. 

Selain itu, menjadi perusahaan terbuka juga dapat mendorong peningkatan tata kelola, transparansi, serta kepercayaan investor dan mitra bisnis.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keputusan untuk melantai di bursa membutuhkan persiapan yang matang. Perusahaan harus memperkuat kondisi keuangan, manajemen, tata kelola, memahami regulasi, serta menyiapkan strategi bisnis jangka panjang.

Ia berharap seminar tersebut dapat menambah wawasan pelaku usaha sekaligus menjadi langkah awal bagi perusahaan daerah untuk mempersiapkan diri memasuki pasar modal.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Riau, Moh. Fredly Nasution, menyampaikan bahwa upaya meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal terus dilakukan melalui berbagai perbaikan di sektor bursa. 

Menurutnya, kepercayaan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong semakin banyak perusahaan dan investor memanfaatkan pasar modal.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat dua perusahaan asal Riau yang telah tercatat di bursa, yakni PT Bima Sakti Pertiwi Tbk dan PT Habco Trans Maritima Tbk.

Ke depan, ia berharap jumlah perusahaan daerah yang melantai di pasar modal terus bertambah, bahkan menargetkan setidaknya ada 10 perusahaan asal Riau yang menjadi emiten.

Fredly menilai Riau memiliki potensi ekonomi yang dapat menjadi modal bagi perusahaan untuk berkembang melalui pasar modal. 

Sektor perkebunan, pertambangan, dan berbagai bidang usaha lainnya dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dengan dukungan pendanaan yang lebih luas. 

Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk meyakinkan pelaku usaha bahwa pasar modal dapat menjadi salah satu pilihan strategis dalam pengembangan perusahaan.

Ia juga mengingatkan agar perusahaan tidak perlu khawatir dengan keterbukaan informasi setelah menjadi perusahaan publik. 

Menurutnya, proses pengawasan dan transparansi justru menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme perusahaan serta memperbaiki tata kelola bisnis.

"Kalau perusahaan sudah masuk bursa, jangan khawatir kemudian perusahannya akan mudah dipantau dan diawasi, itu justru menjadi kebanggaan. Artinya perusahaan sudah semakin profesional dan terus lakukan perbaikan," ungkapnya.

Selain mendorong perusahaan untuk go public, Fredly menekankan pentingnya meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di tengah masyarakat. 

Minat generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk mengenal dan mengikuti perkembangan saham perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik. 

Melalui kegiatan edukasi dan penguatan transparansi, OJK berharap pasar modal semakin dikenal sebagai salah satu alternatif investasi sekaligus sumber pendanaan yang dapat mendukung pertumbuhan dunia usaha di Riau.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.