TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Nasib Tugu Zapin yang selama ini menjadi salah satu ikon Kota Pekanbaru memasuki babak baru. Setelah berulang kali mengalami kerusakan hingga kehilangan sejumlah material, monumen yang berada di depan Kantor Gubernur Riau itu kini mulai dikaji untuk diganti dengan desain baru.
Persoalan Tugu Zapin bukan hal baru. Sejak 2023, kondisi monumen tersebut sudah beberapa kali menjadi sorotan.
Mulai dari bagian yang keropos, pencurian material, hingga upaya perbaikan yang belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan.
Tugu yang dibangun pada 2011 dengan anggaran sekitar Rp4 miliar itu merupakan karya pematung I Nyoman Nuarta.
Keberadaannya selama ini menjadi salah satu penanda kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Namun, material tembaga yang digunakan pada monumen tersebut ternyata menghadirkan tantangan tersendiri dalam pemeliharaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau, Zulfahmi, mengatakan perbaikan Tugu Zapin membutuhkan tenaga pengrajin khusus.
Menurutnya, dalam satu tahun terakhir pihaknya telah berulang kali berupaya menjalin komunikasi dan mengatur pertemuan dengan pengrajin asli yang mengerjakan Tugu Zapin.
Namun, proses tersebut tidak mudah karena pengrajin bersangkutan memiliki kesibukan dan pekerjaan di berbagai daerah.
Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan Pemprov Riau dalam mencari alternatif penanganan.
Dinas PUPRPKPP Riau kini tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk tiga alternatif desain tugu pengganti.
Ketiga konsep tersebut yakni Tugu Titik Nol, Monumen Tanjak, dan Tugu Lancang Kuning.
Zulfahmi mengatakan desain baru tersebut diarahkan agar lebih ekonomis dan mudah dirawat. Salah satu material yang dipertimbangkan adalah beton, sebagai alternatif dari tembaga yang digunakan pada Tugu Zapin saat ini.
Meski menggunakan material berbeda, unsur budaya Melayu tetap menjadi perhatian utama.
"Karena kita berada di Negeri Melayu, tentu sentuhan ornamen Melayunya akan dibuat lebih dominan," kata Zulfahmi, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, pembangunan sebuah ikon daerah tidak cukup hanya mempertimbangkan tampilan. Kemudahan perawatan dalam jangka panjang juga harus diperhitungkan.
Bahkan, kebutuhan pemeliharaan harus dipikirkan untuk jangka waktu 10, 15 hingga 20 tahun mendatang.
Meski tiga desain sudah disiapkan, Pemprov Riau belum menetapkan keputusan untuk mengganti Tugu Zapin.
Hasil kajian dan penyelesaian desain terlebih dahulu akan dilaporkan kepada Gubernur Riau untuk mendapatkan persetujuan. Jika disetujui, pembangunan fisik tugu baru diharapkan dapat dilaksanakan pada 2027.
"Nanti kita laporkan ke pimpinan dulu," ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.