TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Wali Kota Parepare, Tasming Hamid menunjuk drg Andi Cenrara Tonralipu memimpin Rumah Sakit Regional dr Hasri Ainun Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie Parepare terletak di Lumpue, Kecamatan Bacukuki Barat, Kota Parepare.

Lokasinya berjarak sekira 5 km dari pusat Kota Parepare, Lapangan Andi Makkasau.

Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie Parepare dibangun secara bertahap sejak tahun 2015 di bawah gagasan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemkot Parepare.

Rumah Sakit ini diproyeksi sebagai pusat rujukan kesehatan untuk wilayah Ajatappareng yakni Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Sidrap, Enrekang, Barru dan sekitarnya, guna memangkas rujukan pasien agar tidak harus selalu berobat jauh ke Makassar.

Sejak awal perencanaannya, rumah sakit ini mengusung konsep pelayanan kesehatan yang memadukan mutu medis profesional dengan suasana penyembuhan yang nyaman, bahkan diarahkan mendukung konsep medical tourism (wisata medis) di Kota Parepare.

Penunjukan drg Andi Cenrara Tonralipu, M.Kes (MARS), FISQua, CHAE, sebagai direktur definitif melengkapi perjalanan panjang pengabdiannya di sektor kesehatan publik.

Baca juga: RS Regional Luwu dan Gowa Segera Konstruksi, Pakai Skema Design and Build

Sebelum memimpin rumah sakit regional ini, Andi Cenrara telah malang melintang di birokrasi kesehatan daerah.

Kariernya dirintis dari bawah, bermula saat ia bertugas sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Ulaweng, Kabupaten Bone, pada 1999 hingga 2002.

"Terus dokter gigi fungsional 17 tahun di RSUD Andi Makkasau, sejak tahun 2002 sampai 2019. Kemudian mengemban amanah sebagai Wakil Direktur di rumah sakit yang sama pada periode 2019-2025," katanya kepada Tribun-Timur.com, Senin (2/11/2026)

​Sebelum resmi dilantik secara definitif, Andi Cenrara sempat memegang estafet kepemimpinan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RS dr Hasri Ainun Habibie sejak Mei hingga Oktober 2026.

​Secara akademis, fondasi kepemimpinan drg Andi Cenrara ditempa di almamater Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG UNHAS).

Dia kemudian memperdalam keahlian manajerialnya dengan meraih gelar Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS.

Tidak hanya berpengalaman dalam tata kelola birokrasi, ia juga mengantongi sertifikasi mutu tingkat lanjut yang prestisius, yakni Fellow of International Society for Quality in Health Care (FISQua) dan Certified Hospital Accreditation Expert (CHAE).

​Dengan kombinasi keahlian klinis, pemahaman mendalam terhadap manajemen rumah sakit, serta komitmen kuat pada standar mutu dan akreditasi internasional, kepemimpinannya di RS dr Hasri Ainun Habibie diharapkan mampu mengakselerasi visi rumah sakit regional ini menjadi pusat rujukan yang profesional.

"Tentu kepercayaan yang diberikan menjadi tanggungjawab besar. Sehingga saya akan berusaha memegang teguh amanah ini untuk membawa pelayanan kesehatan di RS dr Hasri Ainun Habibie semakin berkualitas, humanis demi masyarakat," ucapnya.

​Dia menegaskan, fokus utama ke depan adalah memperkuat tata kelola internal, meningkatkan kedisiplinan serta profesionalisme tenaga medis dan mengoptimalkan sarana prasarana yang ada.

"Ini krusial agar rumah sakit kebanggaan kita tidak hanya menjadi pilihan utama rujukan regional, tetapi juga mampu menjawab tantangan dunia kesehatan modern yang kian kompetitif," ujarnya.(*)

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.