TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Pembayaran non-tunai menggunakan QRIS mulai menjadi pilihan masyarakat dalam bertransaksi, termasuk saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Tren tersebut turut diterapkan Sinar Fish 35, sebuah toko kebutuhan harian yang berada di samping Lapangan Bojoe, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Lokasinya berjarak sekitar 4,9 kilometer dari pusat ibu kota Kabupaten Sidrap di Pangkajene.

Dari pantauan Tribun-Timur.com, Senin (2/11/2026), Sinar Fish 35 tampak bertransformasi menjadi pasar kecil yang menyediakan beragam kebutuhan masyarakat.

Meski berada di bangunan yang tidak terlalu luas, toko tersebut memiliki penataan barang yang cukup rapi dan bersih.

Berbagai kebutuhan dapur tersedia di tempat ini, mulai dari ikan segar, udang, cumi, tahu, tempe hingga aneka bumbu masakan.

Sejumlah bumbu dapur bahkan ditata dengan cara digantung sehingga memudahkan pelanggan melihat dan memilih barang yang dibutuhkan.

Baca juga: Transaksi Nyaman, Keuntungan Berlipat Dirasakan UMKM Makassar Setelah Pakai QRIS BRI

Pada bagian tengah toko, tersedia beras, bawang merah, bawang putih serta berbagai jenis rempah-rempah.

Sementara itu, bagian etalase diisi aneka kebutuhan lainnya seperti susu kental manis, bumbu serbaguna, gula pasir, saus kecap, saus tomat dan sejumlah produk rumah tangga.

Kelengkapan barang dan penataan yang sederhana membuat toko ini menjadi salah satu pilihan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Terlebih di lokasi itu tidak ada pasar sentral yang menjangkau masyarakat sekitar.

Selain menyediakan beragam kebutuhan, Sinar Fish 35 juga mulai memberikan kemudahan pembayaran melalui layanan QRIS.

Dengan layanan tersebut, pelanggan tidak harus selalu menyiapkan uang tunai ketika berbelanja.

Pembayaran cukup dilakukan dengan memindai kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung layanan tersebut.

Salah seorang pelanggan, Ricca, mengaku kini lebih sering menggunakan QRIS dibandingkan uang tunai saat berbelanja.

Bahkan, ia mengaku sudah jarang berbelanja di pasar sentral karena lebih terbiasa menggunakan pembayaran digital.

"Sering mi saya pakai QRIS sekarang daripada tunai. Biar di penjual ikan dekat lapangan pakai QRIS mi juga karena lebih praktis," kata Ricca kepada Tribun-Timur.com, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, transaksi digital memberikan kemudahan karena tidak perlu repot membawa banyak uang tunai saat berbelanja.

Ia juga menilai penggunaan QRIS dapat mengurangi risiko kehilangan uang akibat dompet yang terselip atau dicuri.

Baca juga: Wacana Transaksi Full QRIS Tuai Pro Kontra di Tana Toraja, Pedagang Kecil dan Lansia Jadi Sorotan

Selain praktis, pembayaran digital memungkinkan pelanggan menyelesaikan transaksi tanpa harus menunggu uang kembalian.

QRIS sendiri merupakan standar kode QR pembayaran yang dikembangkan Bank Indonesia untuk memudahkan transaksi lintas penyedia jasa pembayaran.

Melalui sistem tersebut, pelanggan dapat membayar menggunakan berbagai aplikasi pembayaran yang telah mendukung QRIS, baik dari perbankan maupun penyedia jasa pembayaran digital.

Kehadiran layanan ini di toko kebutuhan sehari-hari seperti Sinar Fish 35 menunjukkan bahwa pembayaran digital semakin dekat dengan aktivitas belanja masyarakat, termasuk di lingkungan permukiman.(*)

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.