‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus RT dan RW Kelurahan Barrang Lompo antusias mengikuti rangkaian penelitian mahasiswa S2 Pendidikan IPS Universitas Negeri Makassar (UNM).
‎
‎Pada Sabtu (31/10/2026), para pengurus lingkungan aktif mengikuti Focus Group Discussion (FGD) di lapangan Pulau Barrang Lompo, samping Masjid Nurul Mustaqim.
‎
‎FGD tersebut membahas tujuh tema penelitian mahasiswa UNM di Pulau Barrang Lompo.
‎
‎Tujuh tema tersebut meliputi adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim, pendidikan, layanan kesehatan, disparitas dan strategi nafkah, ritual dan tradisi nelayan, integrasi sosial, serta perkawinan anak.
‎
‎Dalam suasana akrab, para pengurus lingkungan berdiskusi dengan 27 mahasiswa dan tiga dosen pembimbing Program Studi S2 Pendidikan IPS UNM.
‎
‎Salah satu dosen pembimbing, Dr Idham Irwansyah Idrus, mengatakan FGD tersebut dilakukan untuk memverifikasi temuan lapangan mahasiswa setelah proses pengumpulan data.
‎
‎"Informasinya selaras dengan informasi yang diperoleh dari warga dan melengkapi data yang ada," jelasnya saat diwawancarai, Minggu (1/11/2026).
‎
‎Ia menilai, pengurus RT dan RW Kelurahan Barrang Lompo memahami berbagai persoalan di wilayah masing-masing dan mampu memberikan informasi yang relevan dengan kebutuhan penelitian.
‎
‎"Pada dasarnya RW/RT memahami dengan baik berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah masing-masing," jelasnya.
‎
‎Idham menjelaskan, tujuh fokus penelitian tersebut disesuaikan dengan persoalan yang ditemukan di wilayah kepulauan berdasarkan observasi awal dan bidang peminatan mahasiswa.
‎
‎"Ada banyak masalah, tapi disesuaikan dengan bidang peminatan khusus mahasiswa," jelasnya.
‎
‎Ia pun mengapresiasi dukungan pengurus RT dan RW di Kepulauan Barrang Lompo selama pelaksanaan penelitian.
‎
‎Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya sebatas menghadiri FGD, tetapi juga membantu mahasiswa berkomunikasi dengan warga sebagai informan serta memperoleh data yang relevan.
‎
‎Penelitian mahasiswa S2 UNM di Pulau Barrang Lompo berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (30 Oktober-1 November 2026).
‎
‎"Kami memberikan apresiasi kepada para ketua RW dan Ketua RT. Pemahaman atas kompleksitas permasalahan sosial yang ada menunjukkan tingginya layanan dan pengabdian yang diberikan kepada warga," jelasnya.
‎
‎Sementara itu, Ketua RT 002 RW 004 Barrang Lompo, Habiba, mengatakan dirinya bersama pengurus lingkungan aktif memberikan informasi selama forum berlangsung.
‎
‎Informasi yang disampaikan disesuaikan dengan konteks pertanyaan dari dosen dan mahasiswa.
‎
‎Beberapa isu yang dijelaskan Habiba di antaranya perkawinan anak, strategi nafkah masyarakat, serta tradisi yang masih dijalankan warga Pulau Barrang Lompo.
‎
‎Ia mengungkapkan, persoalan perkawinan anak di wilayah kepulauan tersebut tidak terlepas dari dorongan orang tua.
‎
‎"Penyebabnya biasa kalau orang tua sudah mau nikahkan anaknya, itu biasa," ucapnya.
‎
‎Terkait pekerjaan, Habiba mengatakan mayoritas masyarakat Pulau Barrang Lompo bekerja sebagai nelayan tangkap ikan dan nelayan teripang.
‎
‎Sementara itu, sebagian besar perempuan beraktivitas sebagai ibu rumah tangga. Ada pula yang bekerja mengolah hasil laut menjadi berbagai produk makanan, seperti abon ikan.
‎
‎"Masih lebih banyak pencari ikan dan teripang," ucapnya.
‎
‎Adapun tradisi lokal, sejumlah ritual dan kebiasaan masyarakat masih dipertahankan hingga kini.
‎
‎Di antaranya barasanji dan zikir Jumat. Selain itu, terdapat sejumlah pamali atau pantangan yang masih diyakini masyarakat setempat.
‎
‎"Di sini kalau berangkat itu, biasanya tidak boleh keluarkan beberapa barang dari rumah," ucapnya.
‎
‎Habiba mengungkapkan, wilayahnya telah beberapa kali menjadi lokasi penelitian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
‎
‎Setiap ada kunjungan penelitian, ia mengaku selalu berupaya memberikan pendampingan serta membantu mahasiswa mengumpulkan data dan informasi dari masyarakat.
‎
‎"Kami bantu mahasiswa meneliti, mencari informasi," ucapnya.(*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.