TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - PT Semen Bosowa menjadi salah satu dari 11 perusahaan dan lembaga yang terlibat sebagai orang tua asuh dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Program tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melibatkan pihak swasta untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting.

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Ia menilai, keterlibatan perusahaan, lembaga, dan masyarakat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan penanganan stunting di daerah.

“Program Genting ini merupakan gerakan yang melibatkan berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian terhadap pencegahan stunting,” ujarnya usai Pertemuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kantor Bupati Maros, Senin (2/11/2026).

Mantan Kadis PUTRPP itu mengatakan, program Genting juga dilaksanakan secara nasional dan melibatkan berbagai unsur di daerah.

“Program Genting ini tidak hanya terlaksana di Maros, tetapi di daerah-daerah lain juga. Artinya, memang pencegahan stunting membutuhkan peran instansi lain,” jelasnya.

Baca juga: Semen Bosowa Dorong Warga Mandiri, Jalankan 6 Program Pemberdayaan di Maros

Ia menjelaskan, pelaksanaan program Genting di Maros saat ini telah memasuki tahap ketiga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan.

"Kami berharap keterlibatan berbagai pihak dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka stunting di Kabupaten Maros," sebutnya.

Kepala Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Maros, Muhammad Aris, mengatakan terdapat 11 perusahaan dan lembaga yang terlibat sebagai orang tua asuh dalam program Genting.

Selain PT Semen Bosowa, terdapat Baznas, Grand Mall, Japfa, PT Satwa Utama Raya, Grand Town Maros, Yayasan Generasi Madani, Zazil Bakery, Bank Sulselbar, CV Sumber Galian, dan PT Avian Fuel Terminal Manager Hasanuddin.

Aris menjelaskan, berdasarkan data keluarga berisiko stunting (KRS) 2025, terdapat 11.777 keluarga yang masuk dalam kategori tersebut di Kabupaten Maros.

Pada 2026, program Genting menargetkan 1.809 keluarga sebagai sasaran intervensi.

Pelaksanaan program telah berlangsung sejak awal Januari 2026.

Hingga saat ini, jumlah sasaran yang telah dijangkau mencapai 3.072 keluarga.

“Capaian ini telah melampaui target. Awalnya kita hanya menargetkan sekitar 1.809 sasaran, tetapi alhamdulillah bisa mencapai 3.072 sasaran atau 169,9 persen dari target,” katanya.

Ia menyebut capaian tersebut menunjukkan realisasi program Genting di Kabupaten Maros telah melampaui target yang ditetapkan untuk 2026.(*)

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.