Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah – BPBD Lampung Tengah mengimbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah baliho ketika hujan deras disertai angin kencang.

Selain tidak berteduh di bawah baliho, warga juga diminta tidak berteduh di bawah pohon besar maupun bangunan yang berpotensi roboh.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Lampung Tengah, Ricky Augusta mengatakan bahwa permintaan itu sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan korban atas risiko bencana yang terjadi selama musim penghujan.

Dia mengungkapkan sejumlah bencana yang perlu diwaspadai selama musim hujan, selain angin kencang terdapat banjir, dan tanah longsor.

Menurut mantan Camat Anak Tuha tersebut, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana, khususnya saat intensitas hujan meningkat.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh perubahan kondisi cuaca, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam waktu cukup lama.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat Lampung Tengah agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Bencana memang tidak selalu bisa kita hindari, tetapi risiko dan dampaknya dapat kita kurangi melalui kesiapsiagaan bersama," ujar Ricky, Senin (2/11/2026).

Selain itu, Ricky meminta masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan saluran drainase, selokan, dan sungai dari sampah maupun material yang dapat menghambat aliran air. Langkah itu penting untuk mencegah terjadinya genangan dan banjir.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir maupun di sekitar bantaran sungai diminta untuk terus memantau kondisi debit air, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Lampung Tengah.

"Untuk warga yang bermukim di kawasan perbukitan, lereng, dan tebing juga diminta mewaspadai potensi tanah longsor. Beberapa tanda awal yang perlu diperhatikan antara lain munculnya retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, serta rembesan air dari lereng," ujar Ricky yang juga menjabat Kabag Hukum Setdakab Lampung Tengah.

Ia menyarankan supaya masyarakat memastikan kondisi rumah dan lingkungan tetap aman. Periksa atap rumah, instalasi listrik, dan pohon-pohon di sekitar tempat tinggal yang berpotensi tumbang saat terjadi angin kencang.

BPBD Lampung Tengah juga mendorong masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, pakaian secukupnya, makanan, air minum, dan perlengkapan darurat lainnya.

Menurutnya, langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk kesiapan apabila sewaktu-waktu masyarakat harus melakukan evakuasi akibat kondisi darurat.

Tak kalah penting, masyarakat diingatkan untuk tidak memaksakan diri menerobos genangan maupun arus banjir, baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki. Sebab, kedalaman dan kekuatan arus air sering kali sulit diperkirakan dan dapat membahayakan keselamatan.

Di sisi lain, kata dia, masyarakat diminta aktif mengikuti perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BNPB, maupun BPBD. Warga juga diimbau tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ricky menegaskan, upaya penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

"Apabila menemukan tanda-tanda atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat kampung, kelurahan, maupun BPBD agar dapat dilakukan langkah penanganan sedini mungkin," ujarnya. (Tribunlampung/Fajar Ihwani Sidiq)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.