SURYA.CO.ID LAMONGAN - Kabupaten Lamongan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penopang ketersediaan pangan di Jawa Timur.
Pada 2025, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 904,93 ribu ton atau meningkat 16,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Lamongan pada 2024 tercatat sebesar 776,29 ribu ton GKG. Artinya, terjadi kenaikan produksi sebanyak 128,64 ribu ton atau setara 16,57 persen pada 2025.
Peningkatan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas tanam. Pada 2025, luas tanam padi di Lamongan mencapai 153,38 ribu hektare, naik 17,38 persen atau sekitar 22,71 ribu hektare dibandingkan 2024 yang tercatat 130,67 ribu hektare.
Capaian tersebut menempatkan Lamongan di peringkat pertama produksi GKG se-Jawa Timur.
Baca juga: Wali Kota Mojokerto Pimpin Percepatan Tanam Padi Serentak Jelang Musim Kemarau Panjang
Lamongan juga berhasil melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) yang ditetapkan pemerintah pusat pada 2025. Dari target nasional sebesar 192.373 hektare, Lamongan mencatatkan realisasi 192.430 hektare.
Peningkatan luas tanam dan produksi padi tersebut dinilai turut membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani. Bertambahnya area tanam berpotensi meningkatkan volume produksi pangan sekaligus nilai ekonomi sektor pertanian.
Selain itu, pemanfaatan lahan tidur juga dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Atas berbagai capaian itu, Kabupaten Lamongan memperoleh Wilwatikta Awards 2026 sebagai Terbaik 1 Kategori Kedaulatan Pangan untuk komoditas beras.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, inovasi, dan komitmen para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, meningkatkan ketahanan pangan, serta mewujudkan kesejahteraan petani.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengaku bangga atas penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten Lamongan.
“Alhamdulillah, ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas komitmen dan kerja keras seluruh elemen, mulai dari petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga seluruh perangkat daerah yang selama ini bersinergi dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan, " katanya.
Menurut Yuhronur, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat Lamongan untuk terus memperkuat sektor pertanian dan memastikan ketersediaan pangan.
" Bagi kami, kedaulatan pangan bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang kesejahteraan tani dan masa depan generasi mendatang, " katanya.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.