Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PALMERAH- Seorang wanita lanjut usia bernama Wati warga asal Brebes, Jawa Tengah terlihat kebingungan di tengak aktivitas padat kawasan Slipi, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (30/10/2026).

Wati duduk di trotoar sembari melamun dan tak tahu harus ke mana mencari keluarganya yang tinggal di Jakarta.

Suara bising dari kendaraan yang lalu lalang di kawasan tersebut, tak membuat Wati beranjak mencari tempat yang lebih tenang.

Wanita yang kenakan kemeja batik itu membawa tas seelempang warna abu-abu berisi pakaian ganti selama berjuang mencari keluarga di Jakarta.

Melihat Wati seorang diri dan termenung, anggota Satlantas Wilayah Jakarta Barat menghampiri wanita lanjut usia tersebut.

Anggota kemudian mengajak berdialog dan ternyata Wati kehabisan ongkos untuk mencari keluarganya di Jakarta.

Ia tak punya uang untuk kembali ke kampung halaman di Brebes, Jawa Tengah. Wati mengaku kepada anggota polisi bahwa salah satu keluarga berada di panti sosial Kedoya, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Wati tak tahu jalan, sehingga sejak beberapa hari lalu ia hanya mutar-mutar saja di kawasan Jakarta Barat. Uangnya telah habis untuk bertahan hidup di ibu kota.

Anggota Satlantas itu kemudian memberikan nasi kotak kepada Wati untuk dimakan.

Kasat Lantas Wilayah Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang mengatakan, anggotanya ingin memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat termasuk Wati warga asal Brebes.

Reza menjelaskan, anggotanya telah meminta kepada Wati untuk menunjukan foto anggota keluarganya tapi tak ada.

"Setelah mempertimbangkan keadaan dan belum berhasil menemukan keluarga yang dicari, kami memberikan bantuan ongkos tiket agar Ibu Wati dapat kembali ke kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah," kata Reza, Sabtu.

Menurut Reza, di balik seragam dan tugas menjaga ketertiban, ada sisi kemanusiaan yang dijalankan anggotanya di lapangan. Di mana seluruh anggota Polri akan selalu hadir bersama masyarakat khususnya yang alami kesulitan.

Ia mengaprediasi kesigapan anggotanya karena telah berusaha memberikan layanan kepada Wati meski tidak berhasil menemukan anggota keluarganya.

"Anggota juga mendengarkan keluhan ibu Wati, memberikan tumpangan sampai ke terminal, bahkan memastikan ibu Wati berangkat dengan selamat anggota menunggu sampai bus itu jalan," tegasnya. (m26)

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.