TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Banjir rob merendam permukiman warga di kawasan Muara Angke, RW 022 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (28/10/2026).

Banjir akibat pasang air laut tersebut menggenangi jalan-jalan permukiman hingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Sejumlah warga bahkan terpaksa memindahkan sepeda motor mereka ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam air.

Berdasarkan pantauan di lokasi, air menggenangi jalan permukiman dan turut membawa sampah yang mengotori genangan.

Warga menyebut ketinggian banjir rob kali ini lebih tinggi dibandingkan kejadian serupa dalam beberapa hari sebelumnya.

Anisa, salah seorang warga Muara Angke, mengatakan banjir rob kali ini mencapai ketinggian 30 sentimeter.

"Ya lumayan lah tingginya, sedengkul lah ini," ujar Anisa di lokasi.

Menurut Anisa, banjir rob tersebut mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak yang hendak berangkat sekolah.

Warga yang bekerja sebagai nelayan maupun masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah juga mengalami kesulitan akibat jalan yang tergenang.

Kondisi tersebut membuat warga harus lebih berhati-hati ketika melintasi jalan permukiman yang terendam air laut.

Selain menghambat mobilitas, banjir rob juga membuat warga harus memindahkan kendaraan ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari genangan.

Anisa berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi banjir rob yang melanda permukiman mereka.

"Ya mudah-mudahan ya gubernur ya khususnya ya misal mengatasi banjir, gak kayak ginilah banjirnya," kata Anisa.

Sementara itu, warga lainnya, Rawijan, mengatakan waktu terjadinya banjir rob kali ini berbeda dari yang biasa dialaminya.

Menurut dia, air pasang biasanya mulai tinggi pada sore hari, terutama setelah waktu Magrib.

Namun, kali ini genangan air sudah cukup tinggi sejak pagi hari sehingga warga harus segera mengamankan kendaraan mereka.

Rawijan mengatakan warga memindahkan sepeda motor ke sekitar tanggul yang lebih tinggi untuk menghindari genangan.

Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan mencari solusi agar banjir rob tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat di Muara Angke.

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan terkait potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 25 Oktober sampai 1 November 2026.

Banjir rob berpotensi terjadi di pesisir pantai utara, termasuk pesisir Jakarta Utara.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.