TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar mulai membelanjakan Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp15 miliar untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kampar, Azwan mengatakan, dana banpres dialokasikan sebagian besar pada BPBD sendiri.
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang menerima pengalokasiannya, yaitu pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).
"Karena peruntukannya karhutla, jadi digunakan untuk yang berhubungan dengan karhutla," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (27/10/2026).
Ia mengatakan, penggunaan banpres mengacu kepada petunjuk dari pemerintah pusat.
Anggaran dibelanjakan untuk peralatan penanganan karhutla.
Baca juga: CKG Riau Baru Menjangkau 37,6 Persen, Sekitar 4,2 Juta Jiwa Belum Tercatat
Baca juga: Penertiban dan Penataan Kabel FO di Jalan Ronggowarsito Ternyata Baru Setengah Jalan
"Sesuai arahan dari pusat, banpres untuk peralatan karhutla seperti kendaraan rescue, mobil tangki water supply, truk dalmas untuk mengangkut personel, mesin pompa, selang, APD (Alat Pelindung Diri), dan lain-lain," ujarnya.
Menurut dia, kecil kemungkinannya digunakan untuk biaya operasional penanganan karhutla.
Kendati terdapat peruntukan biaya operasional, namun mungkin bakal sedikit terserap.
"Kemungkinan tidak bisa dipakai untuk operasional karena sudah memasuki musim hujan," katanya. Oleh karena itu, dioptimalkan untuk peralatan.
Ia mengatakan, penggunaan dana banpres memang pada tahun anggaran 2026. Namun dapat digunakan untuk menghadapi karhutla tahun depan. (Fernando Sihombing)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.