TRIBUNSUMSEL.COM, TULANGBAWANG - Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), Lampung, Minggu (25/10/2026) siang. 

Enam orang dikabarkan tewas dalam peristiwa itu, sementara tiga lainnya mengalami luka.

KECELAKAN MAUT - Kecelakaan di KM 198.100 Tol Terpeka, Lampung, Minggu (25/10/2026), menewaskan enam orang yang merupakan satu keluarga
KECELAKAN MAUT - Kecelakaan di KM 198.100 Tol Terpeka, Lampung, Minggu (25/10/2026), menewaskan enam orang yang merupakan satu keluarga (Dokumen/POLRES TULANG BAWANG)

Enam korban tewas merupakan satu keluarga, termasuk anggota polisi bernama Aipda Agung Eko Prasetyo (42) yang juga merupakan pengemudi Toyota Avanza.

Aipda Agung merupakan anggota Polri yang bertugas di Polres Tulang Bawang. 

Baca juga: Sosok Aipda Agung Eko Prasetyo, Polisi Tewas Kecelakaan Maut Bersama Satu Keluarga di Tol Terpeka

Adapun enam korban meninggal dunia masing-masing bernama:

  1. Aipda Agung Eko Prasetyo
  2. Rismia
  3. Dennis
  4. Ahmad
  5. Argantara
  6. Demikian

Sementara itu, tiga korban yang mengalami luka berat bernama:

  1. Tri Sutanti
  2. Abit
  3. Akaysa

Kronologi

Kecelakaan itu terjadi di KM 198+100 jalur A, wilayah hukum Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung sekitar pukul 13.34 WIB.

Toyota Avanza yang membawa sembilan orang menabrak bagian belakang truk tronton yang berhenti di bahu jalan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, kecelakaan melibatkan Toyota Avanza bernomor polisi Z 1473 AG dan truk Isuzu tronton bernomor polisi BE 9925 BU.

Saat kejadian, Avanza tersebut melaju dari arah Lampung menuju Palembang. 

"Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena pengemudi Toyota Avanza mengantuk sehingga kendaraan hilang kendali," kata Yuni, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan hasil penanganan awal kepolisian, mobil Avanza yang melaju di lajur cepat diduga oleng ke kiri hingga menyerempet pagar pengaman jalan tol.

Mobil tersebut kemudian menghantam bagian belakang truk tronton yang sedang berhenti di bahu jalan. 

Truk itu dikemudikan Bayu (30).

Sebelum kecelakaan terjadi, Bayu tengah memeriksa baut roda belakang yang patah pada sisi kiri dan kanan kendaraan. 

"Jadi berdasarkan olah TKP, Avanza ini oleng dan menghantam bagian belakang tronton," jelas Yuni.

Benturan keras membuat bagian depan mobil Avanza ringsek parah. 

Enam orang meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya mengalami luka berat.

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mutiara Bunda, Unit 2, Kabupaten Tulang Bawang.

Petugas kepolisian bersama patroli jalan tol, petugas derek, dan ambulans telah mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta mengevakuasi para korban.

Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut, termasuk dugaan pengemudi Avanza mengantuk hingga kehilangan kendali saat melaju di jalan tol.

Pengendara Diimbau Tidak Memaksakan Diri saat Mengantuk

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat berkendara, khususnya ketika melakukan perjalanan jarak jauh melalui jalan tol.

Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik tetap prima dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika merasa lelah atau mengantuk.

Pengguna jalan tol juga diimbau memanfaatkan rest area untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Selain itu, pengendara diminta mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman antarkendaraan, menggunakan sabuk pengaman, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lalu lintas di sepanjang perjalanan.

Yuni menegaskan, kedisiplinan dan kehati-hatian setiap pengguna jalan menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan lalu lintas yang dapat merenggut korban jiwa.

(Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.