TRIBUNSUMSEL.COM -- Konten kreator sekaligus beauty vlogger, Tasya Farasya, membongkar sejumlah permasalahan pada pembangunan rumah mewahnya.

Ia mengungkapkan bahwa konstruksi bangunan hunian tersebut tidak dikerjakan sesuai dengan perencanaan awal, sehingga kini mengalami kerusakan di berbagai sisi dan membutuhkan perbaikan skala besar.

Tasya menjelaskan bahwa rumahnya mengalami retak-retak pada bagian dinding serta penurunan permukaan di area kolam renang. 

Kerusakan tersebut diduga terjadi akibat penggantian material dan kesalahan teknis saat proses pembangunan berlangsung, termasuk ketidaksesuaian pada sambungan kolam dan dinding bata ringan.

"Hello everyone (halo semuanya), wow suara tukang, banyak sekali tukang di rumahku," ujarnya.

SINGGUNG MANTAN SUAMI -- Tasya Farasya menyindir mantan suaminya, Ahmad Assegaf, soal beban biaya renovasi rumah mewahnya yang retak akibat kesalahan pengerjaan masa lalu. Ia mengaku harus merogoh miliaran rupiah.
SINGGUNG MANTAN SUAMI -- Tasya Farasya menyindir mantan suaminya, Ahmad Assegaf, soal beban biaya renovasi rumah mewahnya yang retak akibat kesalahan pengerjaan masa lalu. Ia mengaku harus merogoh miliaran rupiah. (Instagram/@tasyafarasya)

Baca juga: Alasan Tasya Farasya Batal Polisikan Ahmad Assegaf Usai Diduga Gelapkan Dana Perusahaan dan Rumah

Temuan Kerusakan Dinding dan Penggantian Material

Ia kemudian membeberkan salah satu temuan teknis yang menjadi penyebab utama munculnya retakan di struktur bangunan rumahnya.

"Kenapa? Karena, bangunannya retak semua. Kenapa kok bisa retak semua? Karena yang harusnya ditemukan adanya besi, eh malah ditemukannya kayu. Kok bisa gitu ya? Aku juga enggak tau deh," lanjutnya.

Dalam unggahan terbarunya, Tasya memperlihatkan momen saat berkonsultasi dengan ahli bangunan untuk memeriksa kondisi fisik rumah tersebut. 

Berdasarkan penjelasannya, pembangunan rumah itu sebelumnya ditangani oleh kontraktor Ahmad Assegaf, yang saat pengerjaan berlangsung masih menjadi suaminya.

Dari hasil pemeriksaan teknis di lapangan, ditemukan beberapa titik struktur yang tidak menggunakan bahan sesuai spesifikasi awal.

"Jadi enggak ditemukan apa Pak?" ujarnya.

"Kayu, jadi ada kayu yang enggak dibongkar dan enggak ketemunya di satu titik. Tapi ada beberapa titik ya, kita bongkar ya, ketemu di situ," lanjut orang tersebut.

Perkiraan Biaya Perbaikan dan Mutu Bangunan yang Anjlok

Pihak yang berkonsultasi dengan Tasya menaksir bahwa biaya perbaikan untuk mengembalikan kekokohan struktur bangunan rumah mewah tersebut mencapai miliaran rupiah.

"Perkiraannya berapa, Pak?" tanyanya.

"Rp5-6M itu baru strukturnya doang," jawab orang tersebut.

"Rp5-6M untuk perbaikan struktur, oke," lanjutnya.

Selain ditemukannya material kayu pada bagian yang seharusnya menggunakan besi, kualitas bahan bangunan yang dipakai juga dinilai jauh di bawah standar yang disepakati.

"Nah, ini ada yang enggak masuk, ini sampai merah, ini mutunya drop sampai 163. Mutu K 300 tuh mutunya cuma ke 90-an. Ini kita merahin," terangnya.

Baca juga: Rumah Mewah Retak-Retak, Tasya Farasya Sindir Tanggungan Mantan Suami yang Belum Selesai

Dugaan Pengambilan Keuntungan dan Beban Pascabercerai

Atas temuan penurunan mutu material tersebut, ibu dua anak ini mengindikasikan adanya pengambilan keuntungan secara sepihak dalam pengerjaan proyek rumahnya.

"Ambil untungnya banyak ya, Pak, berarti? Ambil untung berapa tuh, Pak, kira-kira?" kata Tasya.

"Lumayan ya, bisalah untuk menghidupi satu keluarga ya," sambungnya.

Tasya menyampaikan keluhannya terkait dampak dari permasalahan pembangunan rumah ini. 

Ia mengungkapkan rasa kecewanya karena masih harus menyelesaikan persoalan fisik rumah tersebut meski telah berpisah dari mantan suaminya.

"Udah setahun pisah tapi gue masih harus beresin shit yang lo tinggalin, ternyata yang selesai cuma pernikahannya, masalahnya masih gue yang tanggung," pungkas Tasya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.