‎Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah belum mampu mengatasi kekeringan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. 

BPBD Boyolali menyebut hujan diperkirakan turun lebih banyak pada akhir November hingga awal Desember 2026.

Hingga Senin (26/10/2026), kekeringan masih melanda 13 kecamatan, 53 desa, dan 193 dukuh di Boyolali.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan terus menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, mengatakan hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah belum cukup untuk mengurangi dampak kekeringan.

"Adapun untuk update-nya, kekeringan di Kabupaten Boyolali saat ini sudah 13 kecamatan, 53 desa, dan 193 dukuh. Adapun jumlah air bersih yang sudah kita distribusi, pemerintah Kabupaten Boyolali melalui BPBD berkolaborasi dengan seluruh stakeholder saat ini sudah mencapai lebih dari 9,3 juta liter air bersih," kata Ari, Senin (26/10/2026).

KRISIS AIR - Warga RT 02 RW 06, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, saat mendapatkan bantuan air bersih. KEKERINGAN - Ilustrasi kekeringan di Boyolali. BPBD Boyolali menyebut hujan diperkirakan turun lebih banyak pada akhir November hingga awal Desember 2026.
KRISIS AIR - Warga RT 02 RW 06, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, saat mendapatkan bantuan air bersih. KEKERINGAN - Ilustrasi kekeringan di Boyolali. BPBD Boyolali menyebut hujan diperkirakan turun lebih banyak pada akhir November hingga awal Desember 2026. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Hujan Belum Merata, Kekeringan Masih Berlanjut

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah Boyolali mulai terlihat mendung.

Beberapa lokasi bahkan sempat diguyur hujan, mulai dari intensitas ringan hingga deras.

Namun, durasi hujan yang relatif singkat dan sebarannya yang belum merata membuat kondisi tersebut belum mampu mengakhiri kekeringan.

Ari mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, terjadi perlambatan datangnya hujan.

Hujan diperkirakan mulai turun lebih banyak pada akhir November hingga awal Desember 2026.

"Harapannya memang semoga hujan segera turun sehingga terkait dengan kekeringan di Kabupaten Boyolali ini bisa berkurang," ujarnya.

Baca juga: 9,3 Juta Liter Air Bersih Digelontorkan, 13 Kecamatan di Boyolali Masih Dilanda Kekeringan

Sambil menunggu hujan turun lebih merata, Pemkab Boyolali melalui BPBD dan berbagai pemangku kepentingan terus menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak.

Hingga saat ini, total distribusi air bersih telah mencapai lebih dari 9,3 juta liter.

Meski demikian, kekeringan yang masih melanda puluhan desa menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih warga masih menjadi perhatian.

Kondisi tersebut membuat penanganan kekeringan tetap diperlukan, terutama di wilayah yang masih kesulitan memperoleh air bersih.

(*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.