TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Olahraga padel yang tengah digandrungi masyarakat kini semakin mudah dijumpai di wilayah Solo Raya.

Salah satunya melalui kehadiran Black Steel Padel Solo di Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, yang menawarkan pengalaman olahraga dengan perpaduan fasilitas premium, hospitality, dan ruang komunitas.

Mulai beroperasi sejak Februari 2026, Black Steel Padel Solo tidak hanya menghadirkan lapangan untuk bermain padel, tetapi juga menyediakan beragam fasilitas pendukung, mulai dari lounge, kafe, sauna, hingga cold plunge.

Pengelola juga menyiapkan pengembangan VIP court yang ditargetkan mendukung penyelenggaraan turnamen pada tahun depan.

Baca juga: Padel Makin Digandrungi, Black Steel Padel Solo Bidik Komunitas hingga Gelaran Turnamen

Manajemen Black Steel Padel sekaligus owner Black Steel Padel Solo, Sayyid Sabiq Abu Bakar Puspo Wardoyo, mengatakan pengembangan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga padel.

Black Steel Padel Solo mulai beroperasi sejak Februari 2026, tidak hanya menghadirkan lapangan untuk bermain padel, tetapi juga menyediakan beragam fasilitas pendukung, mulai dari lounge, kafe, sauna, hingga cold plunge.
Black Steel Padel Solo mulai beroperasi sejak Februari 2026, tidak hanya menghadirkan lapangan untuk bermain padel, tetapi juga menyediakan beragam fasilitas pendukung, mulai dari lounge, kafe, sauna, hingga cold plunge. (Dok. Istimewa/dok. Istimewa)

Menurutnya, pengelolaan fasilitas olahraga tidak cukup hanya dengan menarik pelanggan baru. Pengelola juga perlu menjaga kualitas layanan agar pelanggan merasa nyaman dan kembali bermain.

“Pertumbuhan bisnis itu nggak hanya dilihat dari kemampuan menarik customer, tetapi kita juga menciptakan customer retention biar konsisten,” ujarnya.

Berdiri di Lahan Satu Hektare

Black Steel Padel Solo berdiri di atas lahan sekitar satu hektare dengan luas bangunan kurang lebih 5.000 meter persegi yang terbagi menjadi gedung barat dan timur.

Saat ini, gedung timur telah memiliki empat lapangan padel yang digunakan untuk aktivitas bermain reguler.

Sementara itu, gedung barat direncanakan untuk pengembangan VIP court sebagai upaya mengoptimalkan aset sekaligus meningkatkan kapasitas fasilitas.

Pengembangan VIP court tersebut tidak sekadar ditujukan untuk menambah lapangan.

Pengelola juga ingin menghadirkan fasilitas yang mendukung kebutuhan penyelenggaraan turnamen, termasuk dari sisi lapangan, tribun, dan area lounge.

“Baik dari lapangannya, kemudian fasilitas seperti tribun dan lounge area, kita mengoptimalkan, mengusahakan untuk bisa sesuai dengan standar turnamen,” kata pria yang akrab disapa Sabiq tersebut.

VIP court tersebut ditargetkan dapat dikembangkan pada 2027, sejalan dengan rencana bergulirnya Liga Padel Indonesia musim kedua.

Sabiq berharap fasilitas itu nantinya dapat menjadi kandang bagi Black Steel Padel Club.

Saat ini, tim Black Steel masih menggunakan lapangan di Jakarta sebagai markas untuk menjalani kompetisi.

“Insyaallah tahun depan, sejalan sama season kedua Liga Padel Indonesia,” ujarnya.

Fasilitas Premium, Ada Sauna dan Cold Plunge

Salah satu daya tarik Black Steel Padel Solo adalah konsep fasilitas yang menggabungkan olahraga dengan kenyamanan pelanggan.

Selain lapangan padel, tersedia area lounge yang luas, kafe, area parkir privat, kamar mandi, sauna, dan cold plunge.

Pengelola juga menyediakan handuk serta layanan penyewaan raket bagi pelanggan yang belum memiliki perlengkapan bermain sendiri.

Cold plunge merupakan fasilitas rendaman air dingin atau ice bath yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari rutinitas pemulihan setelah berolahraga.

Menurut pengelola, kesan megah saat pertama kali melihat lokasi, kebersihan lapangan, dan kenyamanan fasilitas menjadi beberapa respons positif yang diterima dari pelanggan.

Kelengkapan fasilitas tersebut diharapkan membuat pengalaman pelanggan tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Mereka juga dapat beristirahat, bersantai, dan berinteraksi dengan sesama pemain di area yang telah disediakan.

Sewa Lapangan Mulai Rp120 Ribu

Black Steel Padel Solo menawarkan tarif sewa lapangan berdasarkan waktu bermain.

Pada hari kerja atau weekday, tarif sewa saat off-peak hour sebesar Rp120.000, sedangkan pada peak hour mencapai Rp175.000.

Sementara itu, tarif akhir pekan atau weekend dipatok Rp120.000 sepanjang jam operasional.

Pelanggan yang membutuhkan perlengkapan tambahan juga dapat menyewa raket dengan tarif Rp30.000 per raket.

Raket tersebut dapat digunakan selama sesi pemesanan lapangan berlangsung.

Adapun waktu dengan tingkat keterisian lapangan tertinggi berada pada pukul 18.00-21.00 WIB.

Menurut pengelola, tingginya permintaan pada rentang waktu tersebut berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang memilih berolahraga setelah menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas harian.

Untuk menjaga minat pelanggan, pengelola juga mengembangkan berbagai kegiatan berbasis komunitas.

Strategi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pelanggan sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan para pemain.

Jadi Venue Event dan Turnamen Komunitas

Selain menjadi tempat bermain reguler, Black Steel Padel Solo telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari acara olahraga, pertemuan perusahaan, hingga peluncuran produk.

Sejumlah kegiatan yang pernah digelar di lokasi tersebut antara lain Porsebeng yang dihadiri perwakilan 30 bank se-Solo Raya, peluncuran sepatu merek Ortuseight, serta XL Smart Gathering.

“Black Steel Padel Solo rutin menjadi tempat penyelenggaraan turnamen mini dan kegiatan komunitas, seperti Padel Pro Scoring, Pajamas Party by PLC, serta Retro Padel Party by Mami Paddles,” jelas Sabiq.

Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola untuk memperluas jangkauan olahraga padel sekaligus membangun ekosistem komunitas yang aktif di wilayah Solo Raya.

Melalui kegiatan berbasis komunitas, pengelola berharap pelanggan tidak hanya datang untuk menyewa lapangan, tetapi juga menjadikan Black Steel Padel sebagai tempat berkumpul dan mengembangkan minat terhadap olahraga padel.

Black Steel Padel Club Wakili Jawa Tengah

Sabiq mengatakan Black Steel Padel Solo tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas bermain.

Pihaknya juga membentuk Black Steel Padel Club yang telah berpartisipasi dalam Liga Padel Indonesia musim pertama.

Keikutsertaan klub tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong perkembangan olahraga padel di Jawa Tengah.

Sabiq mengatakan pihaknya bangga dapat menghadirkan klub yang membawa representasi Jawa Tengah dalam kompetisi padel nasional.

Meski masih berada pada musim pertama, partisipasi tersebut diharapkan menjadi awal perkembangan yang lebih besar bagi klub maupun ekosistem padel di daerah.

Rencana pengembangan VIP court pun menjadi bagian dari upaya mendukung perjalanan klub dalam kompetisi mendatang.

“Dengan fasilitas yang disiapkan untuk menunjang turnamen, kami berharap dapat menjadi markas tim sekaligus lokasi penyelenggaraan pertandingan Liga Padel tahun depan,” jelas putra Wong Solo Grup, Puspo Wardoyo tersebut.

Terafiliasi dengan Black Steel Jakarta

Dari sisi merek, Black Steel Padel Solo memiliki afiliasi dengan Black Steel Jakarta dengan Muhammad Rizky Lahadalia selaku Presiden Klub Namun, keduanya mempunyai struktur kepemilikan dan pengelolaan usaha yang berbeda.

Sabiq menjelaskan, pengenalan merek Black Steel di industri olahraga, terutama melalui kiprahnya dalam futsal, menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menjalin kerja sama tersebut.

Selain faktor pengenalan merek, pengalaman manajemen dalam mengelola industri olahraga juga menjadi pertimbangan untuk mengembangkan bisnis padel di Solo.

“Kami memilih Black Steel buka di Solo karena memang Black Steel sudah punya nama sendiri di Jakarta, sebagai lapangan padel yang memiliki fasilitas lengkap,” jelas Sabiq.

Dengan menggabungkan fasilitas bermain, layanan pendukung, kegiatan komunitas, serta rencana pengembangan VIP court berstandar turnamen, Black Steel Padel Solo menargetkan pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga ikut mendorong perkembangan ekosistem padel di Solo Raya.

Black Steel Padel Solo sendiri menjadi salah satu lini bisnis baru milik Sabiq. Pengusaha muda berusia 23 tahun tersebut memlilih terjun ke bisnis olahraga karena ketertarikannya di dunia tersebut. Ia juga menilai padel memiliki peluang berkembang lebih jauh.

“Ya, selain memang lagi happening ya olahraga padel, kita melihat proyeksi ke depan ya. Kalau kita lihat dari forecast proyeksi memang kita melihat padel ini olahraga yang akan tumbuh gitu. Jadi enggak cuma FOMO lah FOMO kan Karena orang kan mungkin padel olahraga FOMO ya.

Cuma bagi kami, bagi manajemen kita melihat ada opportunity lebih dari olahraga padel. Makanya kita buka lapangan padel dan terbukti bahwa sampai saat ini juga secara okupansi kita terus naik,” ujar Sabiq.

Ke depan, Sabiq juga melirik membuka peluang untuk merambah sektor wellness dan olahraga lain yang berkembang, seperti yoga dan Hyrox.

Langkah tersebut menunjukkan arah bisnis yang ingin dikembangkan tidak berhenti pada penyewaan lapangan, tetapi juga menyasar gaya hidup aktif masyarakat.

(*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.