Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - BMKG Stasiun Klimatologi Jabar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jabar untuk periode 26 Oktober sampai 1 November 2026.

Masyarakat dan instansi terkait diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, semisal banjir, tanah longsor, sampai angin kencang, dan pohon tumbang.

​Berdasarkan analisis atmosfer terkini, meskipun kondisi fenomena El Nino kuat (NINO 3.4 pada angka +2.76) dan fasa IOD positif cenderung memicu kondisi kering secara umum, pasokan uap air di Jabar masih terpantau signifikan.

Hal ini dipicu hangatnya suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia, tingginya kelembapan relatif lapisan 850-700 mb (40–90 persen), serta labilitas atmosfer lokal yang berkategori sedang hingga kuat.

Baca juga: Kebakaran Melanda Gudang Kayu di Karangsari Cirebon, Kerugian Capai Rp 2,26 Miliar

​Selain itu, gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Madden Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif di wilayah Jabar sepekan ke depan, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.

​"Secara umum ada potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Jabar. Namun, potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat dapat terjadi pada skala lokal," ucap Kepala Stasiun Klimatologi, Rakhmat Prasetia, Minggu (25/10/2026) dalam keterangannya.

​Berikut rincian prakiraan sebaran hujan sedang-lebat di wilayah Jabar selama sepekan:

​Senin, 26 Oktober 2026: Kabupaten dan Kota Bogor, Purwakarta, Subang, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, serta Pangandaran.
 

​Selasa, 27 Oktober 2026: Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Kota Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, serta Pangandaran.
 

​Rabu, 28 Oktober 2026: Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, serta Pangandaran.
 

​Kamis, 29 Oktober 2026: Kabupaten dan Kota Bogor, Purwakarta, Indramayu, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, serta Garut.
 

​Jumat, 30 Oktober 2026: Kabupaten dan Kota Bogor, Karawang, Purwakarta, Subang, Majalengka, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, serta Garut.
 

​Sabtu, 31 Oktober 2026 – Minggu, 01 November 2026: Nihil potensi hujan ekstrem skala lokal (kondisi cuaca cenderung stabil).
 

​"Kami meminta warga untuk tetap tenang namun waspada, mengenali potensi risiko lingkungan sekitar, serta memantau kondisi cuaca secara berkala saat merencanakan aktivitas atau perjalanan darat, laut, dan udara melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal resmi BMKG Jabar," ucapnya.(*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.