Laporan wartawan TribunJatim.com, Sinca Arie Pangistu
TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Masyarakat Bondowoso resah karena material proyek berserakan di Jalan Margahayu-Kawu.
Pembangunan infrastruktur jalan di ruas jalur Margahayu-Curah Macan hingga ke objek wisata Kawah Wurung, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, dikeluhkan oleh warga setempat.
Proyek perbaikan jalan yang juga merupakan akses utama aktivitas PT Medco Cahaya Gheotermal serta jalur wisata tersebut terkesan mangkrak dan dihentikan tanpa kejelasan selama hampir satu bulan.
Berdasarkan pantauan visual di lapangan, kondisi jalan yang melintasi kawasan pemukiman warga tampak memprihatinkan.
Badan jalan di beberapa titik yang sebelumnya beraspal telah dikeruk habis, menyisakan tumpukan material batu dan krikil yang berserakan di sepanjang jalan.
Baca juga: Bupati Kaji Yes Paparkan Capaian Program Nasional di Lamongan, Perbaikan Jalan Masih 70 Persen
Kepala Desa (Kades) Kalianyar, M. Fauzi, mengungkapkan bahwa terhentinya proyek ini memicu keresahan di tengah masyarakat.
Pasalnya, kondisi jalan yang dibongkar di area tanjakan sangat membahayakan dan berpotensi licin bagi pengendara serta pengguna jalan yang melintas.
"Di jalur Margahayu-C. Macan hingga ke Kawu yang merupakan jalur utama PT MCG sekaligus jalur wisata, sempat ada pembangunan jalan. Namun sudah hampir satu bulan kok terkesan dihentikan ya," ujar M. Fauzi dikonfirmasi pada Sabtu (24/10/2026).
Dia mengaku khawatir jalur ditanjakan ini memakan korban. Karena potensi licin bag8 pengendara dan pengguna jalan.
"Bahkan yang jalur melintasi pemukiman, aspalnya sempat digali dan saat ini dihentikan dalam kondisi bahan material berserakan," ujar ya.
Sebagai kepala desa, Fauzi mengaku berada dalam posisi yang sulit karena menjadi rujukan pertanyaan warga.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai penyebab dihentikannya pengerjaan tersebut, apakah bersifat sementara atau terkendala masalah lain.
Kondisi ini, lanjut Fauzi, juga menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat yang mengira proyek tersebut merupakan program desa dengan anggaran yang telah habis. Oleh karena itu, ia berharap ada klarifikasi segera agar pandangan warga bisa diluruskan.
"Ada sebagian warga berpikir itu proyek desa dan uangnya sudah habis. Jadi ada hal yang perlu diluruskan untuk menghindari kesalahpahaman warga," ujar Fauzi.
"Sekaligus saya juga perlu penjelasan hal apa yang menjadi kendala terhentinya pengerjaan dua ruas jalan tersebut, setidaknya saya bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan warga masyarakat," terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BSBK Bondowoso, Anshori, menerangkan perbaikan jalan tersebut merupakan pekerjaan dari anggaran APBD Kabupaten, tepatnya bonus produksi dari Medco Cahaya Gheotermal.
Nilainya sekitar Rp900 juta, dengan pekerjaan jalan dari Plalanganan- Curah Macan. Panjangnya sekitar 300 meter.
Penghentian sementara pembangunan karena pihak penyedia menunggu pengiriman aspal dari AMP.
"Kemarin sudah tak panggil penyedianya. Segera dikerjakan, gitu saya. Karena AMPnya ngambil juga dari selatan. Jadi nunggu aspal," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.