TRIBUNJATIM.COM - Bruno Fernandes mengalami malam yang berat saat Manchester United bertandang ke markas Como dalam lanjutan Liga Champions 2026-2027.
Tak hanya harus menerima kekalahan telak, gelandang asal Portugal itu juga mendapat kabar buruk dari Inggris karena rumahnya dilaporkan dibobol maling.
Manchester United menghadapi Como pada matchday ketiga fase liga di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Setan Merah tak mampu membendung permainan tuan rumah dan harus menyerah dengan skor 1-4.
Como langsung membuka keunggulan melalui Nico Paz pada menit kedua.
Setelah itu, Anastasios Douvikas menambah gol pada menit ke-49, sebelum Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57.
Jacobo Ramon kemudian melengkapi kemenangan Como lewat gol pada menit ke-76.
Manchester United baru mampu mencetak gol hiburan melalui Joshua Zirkzee pada masa injury time.
Hasil tersebut membuat lawatan Fernandes dan rekan-rekannya ke Italia berakhir mengecewakan.
Namun, kekalahan itu bukan satu-satunya kabar buruk yang harus dihadapi Fernandes.
Saat dirinya memperkuat Manchester United di Italia, kediamannya di kawasan Cheshire, Inggris, justru menjadi sasaran pencurian.
Baca juga: Man United Tak Hukum Bruno Fernandes Meski Kritik Taktik Carrick, Rooney Justru Sebut Pemain Egois
Peristiwa pencurian tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.30 waktu setempat.
Kepolisian Cheshire menerima laporan setelah seseorang melihat tiga pria mencurigakan berada di taman belakang sebuah rumah milik tetangga Fernandes.
Para pelaku diduga masuk ke dalam rumah dan beraksi selama kurang lebih lima menit.
Mereka kemudian melarikan diri dengan membawa sejumlah barang berharga.
Pihak kepolisian telah memulai penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut dan mencari para pelaku yang terlibat.
Insiden ini menambah panjang daftar masalah yang harus dihadapi Fernandes pada malam pertandingan.
Di tengah tugasnya membela Manchester United, ia juga harus menghadapi kabar mengenai keamanan rumahnya di Inggris.
Baca juga: Carrick Balas Kritikan Bruno Fernandes usai Man United Dibantai Como, Singgung Pemain Tak Mau Lari
Di luar persoalan pencurian, Fernandes juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap penampilan Manchester United saat menghadapi Como.
Gelandang berusia 32 tahun itu menyoroti pendekatan taktik yang diterapkan tim pelatih, khususnya terkait keputusan untuk tidak menggunakan pressing satu lawan satu atau man-to-man pressing.
Menurut Fernandes, pendekatan tersebut membuat Manchester United kesulitan memberikan tekanan kepada lawan.
"Ini keputusan dari tim pelatih untuk tidak melakukan pressing man-to-man," kata rekan senegara Cristiano Ronaldo.
Como pun memiliki keleluasaan untuk menguasai bola dan membangun serangan.
Fernandes menjelaskan bahwa membiarkan lawan menguasai bola terlalu lama dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Situasi itu dinilainya menjadi salah satu faktor yang membuat Manchester United kesulitan mengimbangi permainan Como.
"Terkadang, kami meninggalkan ruang di belakang dan mencoba mendapatkan bola. Tetapi, ketika Anda memberikan terlalu banyak bola kepada tim-tim ini, mereka memperoleh kepercayaan diri."
Meski demikian, Fernandes menegaskan bahwa penilaian mengenai benar atau tidaknya strategi tersebut merupakan tanggung jawab pelatih dan stafnya.
"Apakah taktik yang dipakai salah? Itu urusan pelatih dan staf untuk melihatnya, bukan saya."
Ia juga menilai Manchester United perlu lebih berani ketika menghadapi lawan yang mampu bermain baik di bawah tekanan.
Menurutnya, melakukan tekanan lebih tinggi dapat menjadi salah satu cara untuk mengganggu kenyamanan permainan lawan.
"Terkadang Anda perlu lebih berani di bawah tekanan, mengambil risiko untuk menekan tinggi dan membuat mereka tidak nyaman," ucap Fernandes.
Baca juga: Hattrick Bruno Fernandes Bawa Manchester United Comeback, Sang Kapten Tetap Rendah Hati
Terkait kritik Bruno Fernandes, Carrick memberikan respons.
Sang pelatih malah seperti menyalahkan para pemainnya yang dianggap kurang banyak berlari.
"Apapun sistem yang dimainkan, apapun taktik yang dipakai, jika Anda tidak berlari, Anda tidak berlari ke depan dan Anda tidak berlari ke balakang, Anda tidak akan menang," tutur eks gelandang United itu.
Kekalahan telak di kandang Como memperpanjang tren negatif United.
Fernandes dkk gagal meraih kemenangan dari 7 pertandingan beruntun dalam semua kompetisi.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.