TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Pembangunan destinasi wisata baru Aek Tumpah atau air terjun buatan di Kabupaten Batang Hari, Jambi, kini memasuki tahap akhir.
Hingga pertengahan Oktober 2026, progres fisik proyek yang diharapkan menjadi daya tarik pariwisata daerah tersebut telah mencapai 90 persen.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,5 miliar dari APBD untuk menyelesaikan pembangunan kawasan wisata tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batang Hari, Ajrisa Windra, mengonfirmasi bahwa pengerjaan proyek air terjun buatan ini telah dimulai sejak Mei 2026.
"Pembangunan wisata dengan anggaran 3,5 miliar rupiah yang bersumber dari APBD ini telah dikerjakan sejak Mei 2026 lalu," katanya.
Ia menjelaskan, dengan estimasi waktu pelaksanaan selama 150 hari kerja, pengerjaan di lapangan kini tinggal menyisakan tahap penyelesaian akhir atau finishing.
Kawasan yang sebelumnya masih dalam tahap konstruksi tersebut kini mulai menampakkan bentuknya dan diproyeksikan menjadi salah satu ikon pariwisata baru di Kabupaten Batang Hari.
Selain mendorong sektor pariwisata, kawasan wisata Aek Tumpah dirancang untuk menyediakan ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menggerakkan perekonomian pedagang lokal.
"Jika sebelumnya masih dalam tahap konstruksi, kini Aek Tumpah sudah tampak megah dan hampir rampung," katanya.
Dengan selesainya pembangunan proyek ini, masyarakat Kabupaten Batang Hari diharapkan memiliki alternatif tempat rekreasi baru. Kehadiran kawasan wisata tersebut juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Baca juga: Museum Sriwijaya Dharmakirti Destinasi Wisata Sejarah di Jambi
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.