TRIBUNSTYLE.COM - Deddy Corbuzier membagikan kisah memilukan tentang perjuangan kakak perempuannya melawan penyakit langka yang dikenal dengan nama stiff-person syndrome.
Stiff-person syndrome sendiri merupakan gangguan neurologis langka yang dapat menyebabkan kekakuan otot dan kejang otot yang menyakitkan.
Tingkat keparahannya berbeda-beda pada setiap penderita, dan kondisi ini dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk bergerak maupun melakukan aktivitas sehari-hari.
Deddy menceritakan bahwa kakak perempuannya pernah mengalami kondisi kesehatan yang membuat kemampuan tubuhnya berangsur-angsur menurun.
Penyakit tersebut berdampak besar terhadap aktivitas sehari-hari hingga membuat sang kakak kehilangan kemampuan untuk bergerak secara normal.
Deddy menggambarkan bagaimana tubuh sang kakak perlahan menjadi kaku, seolah-olah berubah menjadi besi, hingga sulit melakukan gerakan sederhana.
"Jadi itu enggak ada obatnya. Tiba-tiba badan lama-lama kaku jadi besi," beber Deddy, dikutip TribunStyle.com dari YouTube NOICE pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Baca juga: Deddy Corbuzier Beber Penyakit Kakaknya Sebelum Meninggal, Tersiksa hingga 2 Kali Coba Akhiri Hidup
Menurut penuturannya, kekakuan tersebut terus memburuk seiring berjalannya waktu.
Kemampuan tubuh sang kakak untuk melakukan berbagai gerakan semakin terbatas, bahkan untuk gerakan kecil yang biasanya dilakukan secara spontan.
Deddy juga menggambarkan betapa berat kondisi yang harus dihadapi kakaknya ketika penyakit tersebut semakin berkembang.
Ia menyebut sang kakak mengalami keterbatasan gerak yang sangat parah hingga memengaruhi fungsi tubuhnya.
"Mata enggak bisa kedip," imbuhnya.
Kondisinya bahkan digambarkan seperti mengalami kelumpuhan, meskipun kesadarannya tetap ada.
"Enggak ada yang bisa bergerak lama-lama jadi besi. Jadi enggak berfungsi sama sekali. Otak jalan, tapi lumpuh," katanya.
Bagi keluarga, situasi tersebut tentu bukan hal yang mudah untuk dijalani.
Melihat seseorang yang tetap sadar, tetapi tidak lagi mampu menggerakkan tubuhnya dengan leluasa, menjadi pengalaman emosional yang berat.
Deddy turut menceritakan bagaimana penyakit itu memengaruhi kebutuhan dasar kakaknya.
Aktivitas yang biasanya bisa dilakukan secara mandiri, seperti mandi dan makan, pada akhirnya membutuhkan bantuan orang lain.
"Mandi kayak patung, udah enggak bisa makan. Harus di pakai selang. Ya udah kayak gitu."
Dalam kisahnya, Deddy menyoroti bagaimana penyakit tersebut berlangsung dalam waktu yang panjang.
Kakak perempuannya harus menjalani kondisi berat itu selama kurang lebih tiga tahun sebelum akhirnya meninggal dunia.
(TribunStyle.com/Putri Asti)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.