TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Aliran air bersih ke rumah warga di Dusun Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, akhirnya kembali menyala pada Kamis (22/10/2026) malam. 

Petugas gabungan Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam) Kutim sukses memperbaiki dua titik kebocoran pipa utama di kawasan tersebut.

Masalah penyuplai air ini berawal dari kejanggalan tekanan air di jaringan pipa berdiameter 160 milimeter. Tim distribusi sempat mengira pipa rusak akibat tertekan di jalur pengangkutan atau hauling. 

Namun, saat pembongkaran menggunakan ekskavator pada Rabu (21/10/2026), kondisi pipa di jalur tersebut ternyata masih utuh.

Penelusuran lapangan yang dilakukan Tim Perumdam Cabang Sangatta Utara bersama Perumdam Unit Sekerat Bengalon berlanjut hingga ke Jalan Poros PU. 

Baca juga: Pria di Sangatta Kutim Ditemukan tak Bernyawa, Polisi Temukan Obat-obatan di Kamar Korban

Di lokasi inilah petugas menemukan dua titik kebocoran pipa High-Density Polyethylene (HDPE) yang menjadi penyebab utama gangguan distribusi air.

"Kemarin kami sempat mengira pipanya kempis atau rusak di jalur hauling karena ada perbedaan tekanan air. Namun setelah dibongkar memakai ekskavator, pipa di jalur itu ternyata aman dan tidak ada masalah," ujar Koordinator Unit Pembantu Sekerat, Silvianus Rikardus R, Jumat (23/10/2026).

Untuk menutupi dua titik bocor tersebut, tim teknis menggunakan metode penyambungan stub flange atau sambungan mekanis berflensa.

Langkah penyambungan ini dipilih agar kekuatan pipa HDPE berukuran 160 milimeter tersebut tetap terjaga saat dialiri air bertekanan tinggi.

Proses perbaikan darurat ini berdampak pada penghentian sementara pasokan air bersih. 

Selain menyasar sekitar 70 sambungan rumah warga, penghentian aliran air juga berdampak pada fasilitas publik seperti sekolah, masjid, balai dusun, hingga pondok bersalin desa (polindes).

"Kami menemukan dua titik kebocoran dengan perkiraan pengerjaan selama dua hari. Namun, kami menargetkan penyelesaian satu titik bisa rampung hari ini juga sampai tuntas," terangnya.

Baca juga: Tabrakan Truk di Jalan Poros Sangatta-Bontang, Seorang Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit

Upaya keras tim di lapangan membuahkan hasil manis pada Kamis malam. 

Setelah proses perbaikan dan penyambungan pipa selesai, pasokan air bersih secara bertahap mulai mengalir kembali ke rumah-rumah warga serta fasilitas umum di Sekurau Bawah.

Meski air sudah mulai mengalir, pihak Perumdam Kutim menyampaikan bahwa proses penormalan tekanan air di seluruh jaringan masih membutuhkan waktu. 

Hal ini dilakukan agar dorongan air benar-benar merata hingga ke bagian ujung jaringan distribusi.

Manajemen Perumdam Kutim memperkirakan butuh waktu sekitar satu hari agar tekanan air kembali stabil seperti sedia kala. Petugas terus memantau pergerakan air di lapangan untuk memastikan tidak ada kendala susulan pada pipa sambungan.

"Setelah perbaikan selesai, air mulai mengalir kembali ke perkampungan Sekurau Bawah pada malam harinya. Kami memperkirakan butuh waktu penormalan tekanan sekitar satu hari agar pasokan air lancar sepenuhnya ke seluruh rumah pelanggan," pungkasnya. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.