TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser memberi dukungan penuh terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026 sebagai upaya strategis meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum (Adum) Sekretariat Daerah (Setda) Paser, Pamardi Bayuaji saat membuka kegiatan GENCARKAN pada Kamis (22/10/2026) di Aula Pondok Pesantren Trubus Iman, Desa Padang Pengrapat, Kecamatan Tanah Grogot.
Pemkab Paser menyambut baik pelaksanaan GENCARKAN sebagai langkah memperluas akses keuangan sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan di era digital
Baca juga: Aktivitas Bakar Sampah di Tanah Grogot Paser Hanguskan 29 Unit Kontrakan, Polisi Mulai Penyelidikan
Asisten Adum Setda Paser, Pamardi Bayuaji menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan digitalisasi memang mempermudah akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.
"Namun, tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat berisiko terjerat penipuan digital, investasi ilegal, hingga pinjaman online ilegal," terang Pamardi.
Menurutnya, cerdas keuangan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan dasar bagi setiap individu.
"Ketika masyarakat Paser cerdas keuangan, mereka akan mampu mengelola pendapatan dan pengeluaran dengan bijak, memilih produk investasi yang aman dan legal, serta memanfaatkan akses permodalan perbankan untuk mengembangkan usaha," tambahnya.
Untuk itu, Pemkab Paser berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta seluruh lembaga jasa keuangan.
Baca juga: DPKP Penajam Paser Utara Kerahkan Personel dari 8 Pos untuk Tangani Karhutla
Edukasi keuangan diharapkan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, petani, nelayan, hingga pelaku UMKM.
"Langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan dan kemandirian finansial masyarakat. Literasi keuangan yang baik, akan menjadi fondasi bagi masyarakat untuk lebih tangguh menghadapi tantangan ekonomi," ulasnya.
Pamardi juga mengingatkan pentingnya membangun budaya menabung sejak dini serta menerapkan prinsip check and recheck sebelum melakukan transaksi digital, guna memastikan masyarakat terhindar dari kerugian akibat penipuan daring.
Ia memperkenalkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, dalam berinvestasi.
Baca juga: Suliliran Baru Paser Dipersiapkan jadi Desa Antikorupsi, Sekda Katsul Wijaya Minta Ada Kejujuran
Legal berarti produk investasi memiliki izin dan diawasi otoritas berwenang, sedangkan logis berarti keuntungan yang ditawarkan masuk akal dan tidak menjanjikan hasil berlebihan dalam waktu singkat.
"Kami mengapresiasi peran perbankan dan lembaga keuangan yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Akses terhadap produk dan layanan keuangan harus semakin mudah, terutama bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah," imbuhnya.
Diharapkan dengan semakin luasnya akses keuangan, perputaran ekonomi daerah dapat berjalan lebih cepat yang dapat sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah Paser yang Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera (TUNTAS).
"Literasi keuangan harus menjadi budaya bersama. Dengan masyarakat yang cerdas keuangan, Kabupaten Paser akan semakin mandiri dan sejahtera," pungkas Pamardi. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.