TRIBUNKALTIM.CO – Berdasarkan data Dinas Perkebunan yang ditampilkan dalam publikasi statistik Kalimantan Timur oleh Badan Pusat Statistik, total produksi kelapa sawit pada 2025 mencapai 2.922.429 ton. 

Luas perkebunan yang tercatat pada tahun yang sama mencapai 225.064 hektare.

Meski masih menjadi komoditas utama perkebunan, produksi kelapa sawit Kaltim pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2024, produksi yang tercatat mencapai 4.617.233 ton.

Baca juga: Dugaan Pelanggaran Perusahaan Sawit di Kutai Timur, TAGUPP Kaltim Desak Sanksi Seberat-beratnya

 Kabupaten Paser menjadi daerah dengan produksi kelapa sawit terbesar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2025.

Berdasarkan data produksi perkebunan menurut kabupaten/kota, wilayah ini menghasilkan sekitar 2,01 juta ton kelapa sawit, jauh melampaui daerah lainnya.

Komoditas kelapa sawit tersebar di berbagai kabupaten, dengan kontribusi produksi yang berbeda-beda.

Lantas, daerah mana saja yang masuk dalam lima besar penghasil kelapa sawit di Kalimantan Timur pada 2025? Berikut datanya.

1. Kabupaten Paser, Penghasil Kelapa Sawit Terbesar di Kaltim

Kabupaten Paser menempati peringkat pertama sebagai daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Kalimantan Timur pada 2025.

Produksinya tercatat mencapai 2.013.838 ton berdasarkan grafik produksi kelapa sawit menurut kabupaten/kota.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh daerah lain di Kaltim.

 Produksi Paser bahkan menyumbang sebagian besar dari total produksi kelapa sawit provinsi yang mencapai 2,92 juta ton.

Paser berada di bagian selatan Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan di bagian selatan, Kabupaten Penajam Paser Utara di bagian utara, serta wilayah lain di Kalimantan Timur di sisi timur dan barat.

Sebagai daerah dengan produksi kelapa sawit terbesar, Paser menjadi salah satu wilayah yang menonjol dalam peta perkebunan Kaltim.

Komoditas sawit memiliki peran dalam kegiatan ekonomi perkebunan, mulai dari budidaya tanaman, pemanenan tandan buah segar, pengangkutan hasil panen, hingga pengolahan menjadi bahan baku industri.

Kelapa sawit menghasilkan tandan buah segar (TBS), yaitu kumpulan buah sawit yang dipanen dari pohonnya. TBS kemudian diangkut ke pabrik untuk diolah menjadi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), yakni minyak yang diperoleh dari daging buah kelapa sawit. CPO selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk, termasuk minyak pangan dan produk industri.

2. Kabupaten Kutai Timur, Produksi Mencapai 400 Ribu Ton

Di urutan kedua terdapat Kabupaten Kutai Timur dengan produksi kelapa sawit sebesar 400.866 ton pada 2025.

Kutai Timur merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Timur yang memiliki wilayah luas. Pusat pemerintahannya berada di Sangatta. Daerah ini dikenal memiliki aktivitas ekonomi yang beragam, termasuk pertambangan, kehutanan, pertanian, dan perkebunan.

Dalam sektor perkebunan, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas yang tercatat dalam statistik produksi daerah.

Produksi sebesar 400,87 ribu ton menempatkan Kutai Timur sebagai penghasil sawit terbesar kedua setelah Paser.

3. Kabupaten Kutai Kartanegara, Produksi Hampir 170 Ribu Ton

Peringkat ketiga ditempati Kabupaten Kutai Kartanegara dengan produksi kelapa sawit sebesar 169.969 ton pada 2025.

Kutai Kartanegara berada di wilayah tengah hingga timur Kalimantan Timur. Tenggarong menjadi pusat pemerintahan kabupaten ini. Wilayahnya mencakup kawasan daratan dan perairan dengan aktivitas ekonomi yang beragam.

Selain sektor sumber daya alam lainnya, perkebunan turut menjadi bagian dari kegiatan ekonomi di Kutai Kartanegara. Data produksi 2025 menunjukkan bahwa kabupaten ini berada di posisi ketiga penghasil kelapa sawit terbesar di Kaltim.

4. Kabupaten Penajam Paser Utara, Produksi 155.921 Ton

Kabupaten Penajam Paser Utara berada di posisi keempat dengan produksi kelapa sawit mencapai 155.921 ton pada 2025.

Kabupaten ini terletak di bagian selatan Kalimantan Timur dan memiliki kawasan yang berdekatan dengan wilayah Kota Balikpapan serta Kabupaten Paser. Penajam Paser Utara juga menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam statistik perkebunan 2025, produksi kelapa sawit Penajam Paser Utara tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan Berau. Selisih kedua wilayah tersebut mencapai 4.638 ton.

5. Kabupaten Berau, Produksi 151.283 Ton

Kabupaten Berau melengkapi lima besar daerah penghasil kelapa sawit di Kalimantan Timur.

Pada 2025, produksi kelapa sawit di wilayah ini tercatat mencapai 151.283 ton.

Berau terletak di bagian utara Kalimantan Timur dengan pusat pemerintahan di Tanjung Redeb. Kabupaten ini memiliki aktivitas ekonomi yang beragam, termasuk perkebunan dan pariwisata.

Daftar 5 Daerah Penghasil Kelapa Sawit Terbesar di Kaltim 2025

Kabupaten Paser: 2.013.838 ton.
Kabupaten Kutai Timur: 400.866 ton.
Kabupaten Kutai Kartanegara: 169.969 ton.
Kabupaten Penajam Paser Utara: 155.921 ton.
Kabupaten Berau: 151.283 ton.

Sawit Masih Menjadi Komoditas Utama Perkebunan Kaltim

Kelapa sawit masih menjadi komoditas utama dalam statistik perkebunan Kalimantan Timur. Pada 2025, total produksi CPO atau minyak sawit mentah yang tercatat dalam keterangan grafik mencapai sekitar 2,92 juta ton. Sementara itu, luas perkebunan kelapa sawit yang dicantumkan dalam tabel mencapai 225.064 hektare.

Meski demikian, data menunjukkan penurunan produksi dibandingkan 2024. Pada tahun tersebut, produksi kelapa sawit tercatat mencapai 4.617.233 ton. Dengan demikian, produksi 2025 lebih rendah sekitar 1,69 juta ton dibandingkan angka pada tahun sebelumnya.

Komoditas Perkebunan Lain di Kalimantan Timur

Selain kelapa sawit, Kalimantan Timur juga memiliki sejumlah komoditas perkebunan lain, antara lain kelapa, karet, kopi, kakao, dan lada.

Berdasarkan tabel perkembangan luas dan produksi perkebunan Kaltim 2022–2025, produksi kelapa pada 2025 tercatat sebanyak 5.480 ton, dengan luas areal 18.721 hektare. Sementara itu, produksi karet mencapai 72.201 ton dari luas areal 88.223 hektare.

Untuk komoditas kopi, produksi pada 2025 tercatat sebanyak 119 ton dengan luas areal 1.362 hektare. Produksi kakao mencapai 700 ton dari luas 7.705 hektare, sedangkan lada menghasilkan 1.732 ton dari luas areal 6.411 hektare.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.