Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kecelakaan maut yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Meranti, dekat Lapangan GOR Sawah Lebar, Kota Bengkulu, Kamis (22/10/2026) dini hari.

Tiga mahasiswa yang terlibat dalam kecelakaan tersebut meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 03.40 WIB.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario berwarna hitam dan Honda Sonic berwarna merah yang melaju dari arah berlawanan.

Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat, menjelaskan kedua kendaraan tersebut bertabrakan di sekitar Jalan Meranti, dekat Stadion Sawah Lebar.

Benturan itu mengakibatkan ketiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Dua kendaraan ini melaju dari arah yang berlawanan. Kemudian, di sekitar Jalan Meranti, dekat Stadion Sawah Lebar, mereka bertabrakan sehingga ketiga korban meninggal dunia di tempat,” ujar Kombes Pol Rahmad Hidayat saat diwawancarai, Kamis (22/10/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, sebelum kecelakaan terjadi, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi BD 4853 MK melaju dari arah Simpang Skip menuju Simpang Dehasen.

Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Sonic bernomor polisi BD 5423 WJ bergerak dari arah berlawanan. Kedua kendaraan kemudian tiba di lokasi yang sama di Jalan Meranti.

Saat berada di lokasi kejadian, kedua sepeda motor mengalami tabrakan depan dengan depan.

Benturan keras membuat kedua kendaraan terjatuh. 

Bagian depan kedua sepeda motor juga mengalami kerusakan parah.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga orang yang berada di kedua kendaraan meninggal dunia di tempat.

Dua korban merupakan pengendara dan penumpang Honda Vario, sedangkan satu korban lainnya merupakan pengendara Honda Sonic.

Identitas Tiga Mahasiswa yang Meninggal Dunia

Tiga korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut diketahui bernama Elvansyah Syutendi (19), Muhammad Deo Areil Pratama (19), dan Pedrusa Pratama (19).

Elvansyah Syutendi merupakan pengendara Honda Vario. Ia tercatat sebagai warga Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Akibat kecelakaan tersebut, Elvansyah mengalami patah tulang pada kaki kanan, luka robek pada kaki kiri, serta luka di bagian wajah.

Sementara itu, Muhammad Deo Areil Pratama (19) merupakan penumpang Honda Vario.

Ia juga berasal dari Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan mengalami luka robek di bagian kepala.

Adapun korban ketiga, Pedrusa Pratama (19), merupakan pengendara Honda Sonic. Ia adalah warga Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur.

 Pedrusa mengalami patah tulang pada tangan kanan dan luka robek di bagian wajah.

Ketiga korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Ketiga Jenazah Dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara

Setelah menerima laporan kecelakaan, pihak kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengamankan lokasi dan melakukan penanganan awal.

Ketiga jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan.

“Setelah kejadian, kami melakukan upaya penanganan di lokasi, mengamankan TKP, kemudian membawa ketiga jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Kombes Pol Rahmad.

Selain melakukan penanganan di lokasi dan mengevakuasi korban, polisi juga memeriksa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Pemeriksaan kendaraan dilakukan untuk membantu memastikan kronologi serta penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa tiga mahasiswa itu.

Polisi Masih Mendalami Penyebab Kecelakaan

Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab kecelakaan maut di Jalan Meranti tersebut. Sejumlah keterangan saksi, kondisi kendaraan, serta situasi di lokasi kejadian menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Terkait dugaan pengaruh minuman keras, Kapolresta Bengkulu mengatakan petugas belum menemukan minuman di dalam jok kendaraan maupun di sekitar lokasi kejadian berdasarkan pemeriksaan awal.

Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut.

Kombes Pol. Rahmad juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menemukan indikasi balap liar dalam penanganan awal peristiwa tersebut.

Menurutnya, kawasan sekitar Jalan Meranti sebelumnya pernah menjadi lokasi aktivitas balap liar. Karena itu, kepolisian telah melakukan patroli dan pengamanan secara rutin untuk mencegah kegiatan tersebut kembali terjadi.

“Wilayah itu memang sebelumnya sering menjadi tempat arena balap liar. Namun, kami sudah melaksanakan kegiatan secara rutin di sekitar lokasi untuk melakukan pengamanan dan mencegah balap liar,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jalan tersebut merupakan kawasan yang cukup ramai dengan permukiman penduduk, sekolah, perkantoran, serta kendaraan yang melintas pada berbagai waktu.

Kondisi itu menjadi perhatian kepolisian, terutama terkait potensi kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Kombes Pol. Rahmad menilai pemasangan pita penggaduh atau speed bump tertentu yang sesuai standar keselamatan dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu mengendalikan kecepatan kendaraan di kawasan tersebut.

“Kita mungkin perlu menambahkan pita kejut untuk menjaga agar kendaraan yang lewat di sana tidak kencang,” katanya.

Polisi mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, menjaga kecepatan, serta memperhatikan kondisi lalu lintas, khususnya ketika berkendara pada dini hari.

Penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan tiga mahasiswa tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.