AI Butuh Banyak Air untuk Pendinginan? Begini Jawaban Penyedia Infrastruktur Digital
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tren pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI Center) memunculkan pertanyaan mengenai besarnya kebutuhan air untuk mendinginkan perangkat komputasi.
Di tengah ekspansi infrastruktur digital, penggunaan air untuk operasional pusat data menjadi perhatian karena dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap sumber daya air.
Menanggapi hal tersebut, satu penyedia infrastruktur digital, Biznet menyebut telah mengatur cara untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Assistant Senior Manager Territory East 1, Ageng Prasetyo Aji mengatakan, Biznet menggunakan teknologi Direct Liquid Cooling (DLC) dengan sistem pendingin air untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Dia menjelaskan, teknologi tersebut memungkinkan cairan pendingin bersirkulasi untuk menyerap dan memindahkan panas dari komponen komputasi.
Dengan mekanisme tersebut, cairan tidak langsung dibuang setelah digunakan, melainkan diputar kembali dalam sistem pendinginan.
"Di tempat kami ini sudah menggunakan teknologi DLC, yaitu Direct Liquid Cooling, yang lebih ramah lingkungan serta lebih efisien untuk listriknya," kata dia di Biznet Technocenter Semarang, jalan Jenderal Sudirman, Salamanmloyo, Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (21/10/2026).
Ia mengibaratkan mekanisme tersebut seperti sistem pendingin pada radiator mobil. Cairan bersirkulasi secara berulang untuk membantu menjaga suhu perangkat tetap terkendali.
"Hampir mirip dengan radiator mobil. Penggunaannya berputar terus. Cairan yang digunakan sebagai pendingin itu tidak terbuang, tetapi diputar terus," katanya.
Sementara itu, di era digital dan kecerdasan buatan saat ini, Biznet menyebut telah melakukan langkah-langkah untuk menjawab kebutuhan dengan mengoperasikan AI-Ready Data Center. Biznet AI Center disebutkan dioperasikan di Bali, yang menjadi AI-Ready Data Center pertama milik Biznet.
"Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya Biznet untuk menghadirkan infrastruktur yang dapat mendukung kebutuhan komputasi dan adopsi serta perkembangan ekosistem AI di Indonesia," katanya.
AI Center sendiri disebut merupakan Data Center yang memiliki kapasitas listrik jauh lebih besar sehingga mampu untuk menjalankan server-server AI. Sistem pendingin server-nya, diklaim telah menggunakan pendingin cairan (Liquid Cooling).
AI Center milik Biznet juga dilengkapi dengan berbagai teknologi seperti kapasitas power yang lebih besar hingga 145 kW per rak, teknologi liquid cooling, serta konektivitas yang dinilai andal. Selain berfungsi sebagai pusat data, area ini juga meliputi laboratorium pengembangan AI.
"Infrastruktur ini dibangun sebagai langkah progresif dalam mempersiapkan perkembangan teknologi yang semakin pesat, yang tentunya memiliki kebutuhan komputasi berkapasitas besar," ungkapnya.
Kehadiran AI-Ready Data Center milik Biznet ini diharapkan dapat menjadi solusi dan fondasi untuk menghadapi kesiapan era digital berbasis kecerdasan buatan, sehingga pelanggan bisa memaksimalkan produktivitasnya.
"Selama 26 tahun mendukung transformasi digital Indonesia, dalam perjalanannya, kami terus berupaya untuk dapat menjawab kebutuhan masyarakat digital. Kami memahami betul bahwa saat ini kebutuhan digital tidak terbatas pada konektivitas semata, namun juga kapasitas besar untuk mengakselerasi segala kegiatan komputasi dan pengolahan data yang lebih besar untuk mendukung implementasi AI yang sedang berkembang saat ini," tuturnya.
Di sisi lain, disebutkan, Biznet juga memperkuat konektivitas antar pulau melalui Biznet Nusantara Cable System (BNCS) jaringan kabel fiber optic bahwa laut yang telah Biznet bangun, miliki, dan operasikan sendiri sejak tahun 2024.
Adapun saat ini juga tengah dilakukan persiapan pembangunan jaringan kabel laut yang baru, Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2) yang akan menghubungkan Pulau Jawa (Surabaya) - Pulau Kalimantan (Banjarmasin) - Pulau Madura (Sumenep) dan Pulau Bali (Buleleng). Dijelaskan, pembangunan BNCS-2 ini juga merupakan salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan di wilayah tersebut.
"Infrastruktur yang kami bangun seperti Biznet Nusantara Cable System ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang lebih optimal bagi pelanggan serta membuka lebih banyak peluang dan kesempatan di era digital saat ini," imbuhnya. (idy)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.