PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sebanyak 135 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Pangkalpinang menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) serta buku tabungan untuk program bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Pangkalpinang Saparudin dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna di halaman rumah dinas BNI Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (20/10/2026).

Bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut disalurkan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Pangkalpinang dan BNI sebagai bank penyalur.

"Pagi ini kita menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera bagi masyarakat marginal dari Kementerian Sosial dan Pemerintah Kota Pangkalpinang yang kita kolaborasikan dengan BNI Pangkalpinang. Penerima tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya," kata Saparudin kepada awak media, Selasa (20/10/2026).

Saparudin menyebutkan, sebelumnya pemerintah terlebih dahulu melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.

Dalam proses verifikasi terdapat calon penerima yang tidak lagi memenuhi persyaratan, di antaranya karena pindah domisili atau mengalami perubahan tingkat kesejahteraan sehingga masuk dalam kelompok desil di atas empat.

Selain itu, terdapat pula tahapan verifikasi melalui uji kelayakan secara daring yang menjadi bagian dari proses penentuan penerima bantuan.

"Penyaluran bantuan sosial perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga. Komponen dalam keluarga, seperti anak yang masih bersekolah, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas, turut menjadi pertimbangan dalam penentuan bantuan PKH," tutur Saparudin.

Ia pun berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

"Semoga dengan bantuan ini makin banyak warga kita yang menerima manfaat. Harapannya, bantuan ini benar-benar bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membantu anak-anak tetap bersekolah, serta mendukung kebutuhan lansia dan penyandang disabilitas," ujar Saparudin.

Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Khotaman Barka, mengatakan, penerima bantuan sosial PKH dan sembako harus memenuhi kriteria kesejahteraan yang ditetapkan pemerintah, yakni berada dalam kelompok desil 1-4.

Khusus PKH, keluarga penerima juga harus memiliki komponen yang dipersyaratkan dalam program tersebut. Komponen itu meliputi ibu hamil, bayi atau anak usia dini, anak sekolah, lansia, serta penyandang disabilitas.

"Kalau PKH, harus ada komponen keluarga. Misalnya ibu hamil, bayi, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas. Itu yang menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan bantuan," kata Barka.

Sementara itu, bantuan sembako ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat. Besaran bantuan tersebut sebesar Rp200.000 per bulan yang diperuntukkan bagi pembelian bahan pangan.

Adapun bantuan PKH diberikan dengan besaran yang berbeda-beda sesuai komponen keluarga dan ketentuan program.

Contohnya, bantuan untuk komponen lansia dan penyandang disabilitas sebesar Rp600.000 per tahap, sedangkan untuk komponen bayi sekitar Rp225.000 per tahap. Penyaluran per tahap dilakukan setiap tiga bulan.

Bantuan PKH dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan keluarga, seperti membeli perlengkapan sekolah dan buku bagi anak-anak, memenuhi kebutuhan nutrisi lansia, serta membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari penyandang disabilitas.

"Status kepesertaan penerima bantuan dapat berubah mengikuti hasil pemutakhiran data dan evaluasi kelayakan. Bantuan dapat dihentikan atau dialihkan apabila penerima tidak lagi memenuhi komponen program maupun mengalami peningkatan tingkat kesejahteraan," tutur Barka.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, jumlah penerima pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut sejalan dengan pemutakhiran data secara nasional yang memungkinkan adanya penerima baru sekaligus penerima yang tidak lagi memenuhi kriteria.

Salah seorang penerima bantuan, Nini (49), warga Semabung Lama, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan sosial tersebut.

Ia berharap bantuan yang diterimanya dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan mengurangi beban pengeluaran sehari-hari.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Nantinya bisa digunakan untuk membeli sembako dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga bantuan seperti ini bisa terus berlanjut sehingga kami yang membutuhkan dapat terbantu," tutur Nini. (t2)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.