TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, meski kondisi ekonomi global masih bergejolak.

Hal itu disampaikan Menkeu usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (19/10/2026).

“Jadi satu aspek kondisi ekonomi makro yang kami sampaikan adalah bagaimana APBN terus bekerja melihat kondisi di dunia global, impactnya kepada perekonomian domestik, dan bagaimana penanganan pelaksanaan APBN untuk sisa tahun 2026,” kata Suahasil.

Menkeu menyampaikan bahwa kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian. Amerika Serikat masih menghadapi inflasi tinggi, sementara kondisi ekonomi Eropa juga mengalami gejolak. Situasi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia.

Baca juga: APBN September 2026 Defisit Rp319 Triliun, Suahasil: Ini On Track, Bukan Tekor

“Kita lihat sebenarnya kondisi ekonomi dunia itu cukup volatile. Jadi cukup banyak Amerika Serikat, masih meningkat terus termasuk inflasinya masih tinggi. Lalu Kemudian, Eropa juga mengalami kondisi yang kita tahu cukup volatile. Nah ini semuanya memiliki dampak di global yang pasti akan terkena dampak ke Indonesia,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi makro Indonesia masih cukup kuat dan mampu bertahan menghadapi tekanan global. Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan.

“Kami melaporkan kepada Bapak Presiden kondisi ekonomi makro Indonesia masih sangat resilien. Kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilien. Jadi, kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan,”pungkasnya. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.