TRIBUNKALTIM.CO  – Hasil pertandingan pekan ketujuh Liga Italia 2026/2027, AC Milan menang tipis dari Atalanta, Lazio menang telak di kandang Juventus.

Lazio berhasil mencuri kemenangan telak 3-0 saat bertandang ke markas Juventus di Allianz Stadium, Turin.

Sementara itu, AC Milan mengamankan tiga poin setelah mengalahkan Atalanta dengan skor 3-2 di Stadion San Siro.

Kemenangan Lazio ditentukan oleh gol Oliver Provstgaard, Gustav Isaksen, dan Fisayo Dele-Bashiru.

Hasil tersebut memperlihatkan efektivitas tim tamu dalam memanfaatkan peluang, sementara Juventus kembali kesulitan menghasilkan gol dari lini depan.

Penyerang Randal Kolo Muani sempat menjebol gawang Lazio, tetapi golnya tidak disahkan karena berada dalam posisi offside.

Baca juga: Prediksi AC Milan vs Atalanta di Liga Italia, Rekor 1963 Berpeluang Dipecahkan Ruben Amorim

Di pertandingan lainnya, AC Milan sempat unggul tiga gol atas Atalanta sebelum lawannya memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2.

Goncalo Ramos membuka skor melalui tendangan penalti, Adrien Rabiot menambah keunggulan menjelang turun minum, dan Mario Gila mencetak gol ketiga pada babak kedua.

Atalanta membalas melalui Gianluca Gaetano dan Nikola Krstovic, tetapi gagal menyamakan kedudukan hingga pertandingan berakhir.

Hasil kedua laga tersebut turut memengaruhi persaingan papan atas klasemen sementara Serie A. Lazio kembali menempati peringkat kedua, hanya kalah selisih gol dari Inter Milan.

Adapun AC Milan naik ke posisi keempat setelah menggeser Como dan mempertahankan rekor tidak terkalahkan di liga bersama pelatih Ruben Amorim.

Lazio Hancurkan Juventus 3-0 di Allianz Stadium

Juventus menjamu Lazio dalam lanjutan pekan ketujuh Liga Italia di Allianz Stadium, Turin, Italia, Minggu (18/10/2026). Bermain di kandang sendiri, Si Nyonya Tua justru gagal mengimbangi efektivitas tim tamu yang mampu mencetak tiga gol tanpa balas.

Salah satu persoalan Juventus terlihat dari produktivitas lini depan. Hingga pekan keenam, tim asuhan Luciano Spalletti baru mencetak sembilan gol di Serie A. Jumlah tersebut disebut setara dengan torehan sejumlah tim papan bawah, seperti Udinese dan Monza.

Dari sembilan gol itu, hanya satu yang berasal dari penyerang tengah. Kolo Muani baru mencatatkan gol pertamanya pada musim ini ketika menyelamatkan Juventus dari kekalahan saat menghadapi Cagliari pada pekan sebelumnya. Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1.

Masalah penyelesaian akhir kembali terlihat ketika Juventus menghadapi Lazio. Kolo Muani beberapa kali dinilai terlalu rumit saat mengolah bola di area berbahaya sehingga kesempatan yang didapat tidak berujung gol.

Pada menit ke-24, penyerang asal Prancis tersebut sebenarnya berhasil membobol gawang Lazio. Namun, gol itu dianulir karena offside. Offside merupakan pelanggaran dalam sepak bola ketika pemain berada dalam posisi terlarang saat menerima bola dari rekan setimnya, sesuai ketentuan permainan.

Sebaliknya, Lazio mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif. Tim asuhan Gennaro Gattuso tidak harus mendominasi setiap serangan untuk menciptakan ancaman berarti bagi pertahanan Juventus.

Oliver Provstgaard Buka Keunggulan Lazio

Lazio mendapatkan peluang penting melalui sundulan Gustav Isaksen yang meleset dari sasaran meski pemain tersebut berada dalam posisi bebas di kotak penalti. Kesempatan itu menjadi salah satu ancaman awal yang kemudian diikuti gol pembuka tim tamu.

Pada menit ke-37, Lazio memecah kebuntuan melalui tandukan Oliver Provstgaard. Bek tersebut menyambut umpan dari kapten Mattia Zaccagni yang dikirim dari sisi kiri serangan.

Provstgaard mampu memenangi duel udara dan mengarahkan bola ke gawang Juventus. Gol itu membawa Lazio unggul 1-0 sekaligus membuat tuan rumah harus mencari cara untuk mengejar ketertinggalan.

Menjelang turun minum, Lazio kembali hampir menambah keunggulan. Tembakan Nuno Tavares mengarah ke mistar gawang setelah bola mengalami perubahan arah akibat blok pemain Juventus. Skor 1-0 untuk keunggulan Lazio bertahan hingga babak pertama selesai.

Situasi tersebut membuat Juventus memasuki ruang ganti dengan pekerjaan rumah di lini serang. Mereka harus menciptakan lebih banyak peluang sekaligus meningkatkan ketepatan penyelesaian akhir agar dapat menghindari kekalahan di hadapan pendukung sendiri.

Juventus Tambah Penyerang, Lazio Justru Menggandakan Skor
Pada awal babak kedua, Juventus melakukan perubahan untuk meningkatkan daya gedor. Nick Woltemade, penyerang bertubuh jangkung asal Jerman, dimasukkan untuk mendampingi Kolo Muani di lini depan.

Kombinasi kedua pemain tersebut hampir membuahkan hasil. Woltemade mendapatkan kesempatan melepaskan tembakan, tetapi bola hanya melenceng tipis dari tiang gawang. Juventus kembali gagal memanfaatkan peluang yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.

Ketika Juventus berusaha menyamakan kedudukan, Lazio justru mampu memperlebar jarak. Pada menit ke-66, Isaksen mencetak gol kedua tim tamu melalui penyelesaian yang menaklukkan Guglielmo Vicario.

Proses gol bermula dari pergerakan Tavares yang mengirim bola menyilang ke sisi kanan lapangan. Perpindahan arah serangan semacam ini dikenal sebagai switch-play, yakni memindahkan bola dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya untuk mencari ruang yang lebih terbuka.

Bola kemudian mencapai Isaksen yang berada di sisi kanan. Dalam situasi tersebut, ia hanya mendapat pengawalan dari Zeki Celik. Isaksen berhasil memanfaatkan ruang yang tersedia dan melepaskan tembakan yang tidak mampu dihentikan Vicario.

Gol tersebut membuat Juventus tertinggal 0-2. Alih-alih berhasil menyamakan kedudukan setelah menambah penyerang, tuan rumah justru semakin tertekan oleh efektivitas serangan Lazio.

Fisayo Dele-Bashiru Lengkapi Kemenangan Lazio

Juventus semakin kesulitan mengejar ketertinggalan ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir. Lazio kemudian memastikan kemenangan dengan gol ketiga pada menit ke-89 melalui Fisayo Dele-Bashiru.

Gol tersebut tercipta dari serangan balik setelah Lazio berhasil merebut bola dan menghentikan pergerakan pemain Juventus. Serangan balik merupakan pola menyerang dengan cepat setelah tim memperoleh kembali penguasaan bola, biasanya ketika pertahanan lawan belum sepenuhnya kembali ke posisinya.

Dele-Bashiru membawa bola dari area pertahanan timnya sendiri hingga memasuki kotak penalti Juventus. Ia kemudian menyelesaikan peluang tersebut dengan menaklukkan Vicario.

Gol pada menit ke-89 memastikan Lazio pulang dari Turin dengan kemenangan 3-0. Hasil ini juga menjadi catatan penting bagi Lazio karena mereka kembali meraih kemenangan dengan selisih tiga gol di markas Juventus di Serie A sejak 2017.

Tambahan tiga poin membawa Lazio kembali naik ke peringkat kedua klasemen sementara. Mereka berada di bawah Inter Milan dan hanya tertinggal berdasarkan selisih gol.

Bagi Juventus, kekalahan tersebut menegaskan persoalan produktivitas lini depan yang telah terlihat dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya. Kolo Muani dan rekan-rekannya belum mampu mengubah sejumlah peluang menjadi gol, sedangkan Lazio tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

Hasil Juventus Vs Lazio

Juventus 0-3 Lazio

Oliver Provstgaard (37')
Gustav Isaksen (66')
Fisayo Dele-Bashiru (89')

Susunan pemain Juventus (4-2-3-1): 25-Vicario; 15-Kalulu, 3-Bremer, 26-Lucumi, 2-Celik; 12-Douglas Luiz, 29-Sarr; 31-Gonzalez, 27-McKennie, 17-Alajbegovic; 9-Kolo Muani. Pelatih: Luciano Spalletti.

Susunan pemain Lazio (4-3-3): 35-Mandas; 15-Floriani, 37-Sutalo, 25-Provstgaard, 17-Tavares; 16-Frattesi, 21-Belahyane, 24-Taylor; 11-Isaksen, 14-Noslin, 10-Zaccagni. Pelatih: Gennaro Gattuso.

AC Milan Menang 3-2 atas Atalanta di San Siro

Pada pertandingan lainnya, AC Milan meraih kemenangan tipis ketika menjamu Atalanta di Stadion San Siro, Milan, Minggu (18/10/2026). Rossoneri mengakhiri pertandingan dengan skor 3-2 setelah sempat membangun keunggulan tiga gol dan mendapat tekanan besar pada setengah jam terakhir.

Pelatih Ruben Amorim kembali menggunakan formasi dengan tiga bek tengah dalam dua pertandingan beruntun. Keputusan tersebut diambil setelah Milan sebelumnya bermain imbang 1-1 ketika bertandang ke markas Sassuolo. Skema tiga bek juga digunakan setelah Milan meraih kemenangan besar 4-0 atas Salzburg di Liga Europa pada pertengahan pekan.

Pertandingan di San Siro berjalan cukup terbuka pada fase awal, meskipun peluang berbahaya belum banyak tercipta. Milan sempat merayakan gol pada menit ke-13 melalui Christian Pulisic, tetapi wasit menganulirnya karena offside.

Pulisic menerima umpan akhir dari Samuel Chukwueze. Namun, posisi pergelangan kaki pemain asal Amerika Serikat itu dinilai telah melewati garis pertahanan lawan sehingga golnya tidak disahkan.

Milan baru memperoleh gol yang sah pada menit ke-24. Wasit Daniele Chiffi menunjuk titik putih setelah tembakan Yunus Musah mengenai tangan Relja Obric di area penalti Atalanta.

Momen itu menjadi pengalaman yang tidak menguntungkan bagi Obric. Ia baru beberapa saat berada di lapangan setelah masuk menggantikan Sead Kolasinac yang mengalami cedera.

Goncalo Ramos Akhiri Paceklik Gol 399 Menit

Goncalo Ramos dipercaya mengambil tendangan penalti untuk AC Milan. Penyerang tersebut berhasil mengarahkan bola ke sisi berlawanan dari gerakan kiper Marco Carnesecchi sehingga Milan unggul 1-0.

Gol itu menjadi catatan penting bagi Ramos karena mengakhiri paceklik golnya selama 399 menit di Liga Italia. Sebelum pertandingan melawan Atalanta, gol terakhirnya di kompetisi tersebut tercipta ketika menghadapi Venezia pada 28 Agustus 2026.

Paceklik gol adalah periode ketika seorang pemain tidak berhasil mencetak gol dalam sejumlah pertandingan atau selama rentang waktu tertentu. Dalam kasus Ramos, gol melalui titik penalti tersebut mengakhiri rentang 399 menit tanpa gol di Serie A.

Gol Ramos juga tercatat sebagai tembakan tepat sasaran pertama dalam pertandingan tersebut. Setelah unggul, Milan kembali memberikan tekanan kepada pertahanan Atalanta untuk memperbesar keunggulan sebelum turun minum.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-43. Adrien Rabiot mencetak gol kedua Milan setelah menyelesaikan umpan Diego Moreira di dalam kotak penalti.

Gelandang asal Prancis itu melepaskan tembakan akurat yang melewati kaki pemain lawan sebelum masuk ke gawang. Milan pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Penalti Kedua Ramos Gagal, Mario Gila Tambah Gol Milan

Memasuki babak kedua, AC Milan mendapatkan kesempatan untuk memperlebar keunggulan melalui penalti kedua Ramos. Wasit kembali menunjuk titik putih setelah Thomas Kristensen dinilai melakukan handball, yakni pelanggaran ketika pemain menyentuh bola dengan tangan atau lengan dalam situasi yang dihukum sesuai peraturan permainan.

Namun, Ramos gagal memaksimalkan kesempatan tersebut. Carnesecchi mampu membaca arah tendangan dan menggagalkan eksekusi penalti sang penyerang.

Kegagalan itu tidak langsung menghentikan tekanan Milan. Rossoneri tetap berhasil menambah gol melalui Mario Gila pada menit ke-58.

Gol ketiga tersebut berawal dari situasi sepak pojok. Rabiot menyambut bola dengan kepalanya, lalu Gila menuntaskan peluang melalui sundulan yang mengarah ke gawang Atalanta.

Milan unggul 3-0 dan tampak memiliki jarak yang cukup besar untuk mengendalikan pertandingan. Namun, Atalanta tidak menyerah meskipun tertinggal tiga gol.

Tim tamu mulai meningkatkan tekanan dan berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan. Periode setengah jam terakhir pun menjadi fase yang menegangkan bagi Milan karena Atalanta berhasil mencetak dua gol dan beberapa kali mengancam gawang Mike Maignan.

Atalanta Bangkit pada 30 Menit Terakhir
Atalanta lebih dahulu memberikan ancaman melalui Nikola Krstovic. Tembakannya mengenai tiang gawang dan gagal menghasilkan gol, tetapi peluang itu menjadi tanda bahwa tim tamu masih memiliki kemampuan untuk menekan pertahanan Milan.

Atalanta akhirnya mencetak gol pertamanya pada menit ke-66. Gianluca Gaetano melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak lima meter dan berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Atalanta terus mencari celah untuk menambah gol, sedangkan Milan harus bekerja lebih keras menjaga keunggulan yang telah dibangun sejak babak pertama.

Pada menit ke-82, Krstovic membayar kegagalannya pada peluang sebelumnya dengan mencetak gol kedua Atalanta. Ia menyambut umpan tarik Raoul Bellanova, kemudian melepaskan tembakan mendatar yang melaju di antara kaki Gila sebelum menaklukkan Maignan.

Skor berubah menjadi 3-2. Atalanta hanya terpaut satu gol dari Milan dan masih memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada sisa waktu pertandingan.

Tekanan tim tamu berlanjut semenit setelah gol Krstovic. Davide Zappacosta mendapatkan peluang dalam situasi satu lawan satu, tetapi Maignan berhasil menggagalkan tembakannya.

Dalam sepak bola, situasi satu lawan satu terjadi ketika seorang penyerang berhadapan langsung dengan penjaga gawang tanpa banyak pemain bertahan yang dapat menghalangi peluang tersebut. Keberhasilan Maignan menghentikan kesempatan Zappacosta menjadi salah satu momen penting bagi Milan untuk mempertahankan keunggulan.

Pada menit-menit akhir, Milan kembali menghadapi sejumlah ancaman dari Atalanta. Namun, tim tuan rumah mampu bertahan hingga pertandingan selesai. Atalanta gagal mencetak gol ketiga sehingga kemenangan tetap menjadi milik Rossoneri dengan skor 3-2.

AC Milan Naik ke Peringkat Keempat

Kemenangan atas Atalanta membawa AC Milan naik ke peringkat keempat klasemen sementara Liga Italia. Rossoneri menggeser Como dan melanjutkan catatan belum terkalahkan di kompetisi liga bersama Ruben Amorim.

Hasil tersebut memberikan tambahan tiga poin bagi Milan, meskipun tim tuan rumah harus menghadapi tekanan besar pada penghujung pertandingan. Keunggulan tiga gol yang sempat mereka miliki hampir terkejar setelah Atalanta mencetak dua gol pada babak kedua.

Ramos menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan karena berhasil mengakhiri paceklik gol selama 399 menit. Di sisi lain, Rabiot berperan dalam gol kedua dan terlibat dalam proses gol ketiga melalui sundulan sebelum Gila menyelesaikan peluang tersebut.

Atalanta memperlihatkan perlawanan hingga menit-menit terakhir melalui gol Gaetano dan Krstovic. Namun, peluang Zappacosta yang digagalkan Maignan serta keterbatasan waktu membuat tim tamu tidak mampu menyamakan kedudukan.

Hasil AC Milan Vs Atalanta
AC Milan 3-2 Atalanta

Goncalo Ramos (24', penalti)
Adrien Rabiot (43')
Mario Gila (58')
Gianluca Gaetano (66')
Nikola Krstovic (82')


Susunan pemain AC Milan (3-4-3): 16-Maignan; 34-Gila (Tomori 84'), 5-De Winter, 31-Pavlovic; 21-Chukwueze (Hutchinson 53'), 80-Musah (Estupinan 75'), 14-Modric (Loftus-Cheek 75'), 22-Moreira; 12-Rabiot, 9-Ramos, 11-Pulisic (Jashari 75'). Pelatih: Ruben Amorim.

Susunan pemain Atalanta (4-3-3): 29-Carnesecchi; 16-Bellanova, 31-Kristensen, 23-Kolasinac (Obric 20'), 47-Bernasconi (Zappacosta 75'); 10-Samardzic (Scamacca 75'), 13-Ederson, 8-Pasalic (Gaetano 59'); 17-De Ketelaere, 90-Krstovic, 11-Rowe (Zalewski 59'). Pelatih: Sarri.

Klasemen Sementara Serie A

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
Inter Milan
7
6
1
0
21
9
12
19
2
35
Lazio
7
6
1
0
13
4
9
19
3
35
Roma
7
5
2
0
16
3
13
17
4
35
AC Milan
7
4
3
0
14
7
7
15
5
35
Como 1907
7
4
2
1
12
7
5
14
6
35
Frosinone
7
4
1
2
13
9
4
13
7
35
Cagliari
6
4
1
1
6
3
3
13
8
35
Juventus
7
3
2
2
9
7
2
11
9
35
Napoli
7
3
1
3
10
7
3
10
10
35
Atalanta
7
3
0
4
10
11
-1
9
11
35
Lecce
7
3
0
4
9
12
-3
9
12
35
Sassuolo
7
2
2
3
12
14
-2
8
13
35
Torino
6
2
1
3
7
9
-2
7
14
35
Bologna
7
1
2
4
6
10
-4
5
15
35
AC Monza
6
1
1
4
9
15
-6
4
16
35
Parma
6
1
1
4
4
10
-6
4
17
35
Udinese
7
1
1
5
9
16
-7
4
18
35
Genoa
7
1
1
5
5
13
-8
4
19
35
Fiorentina
7
1
1
5
8
17
-9
4
20
35
Venezia
7
1
0
6
6
16
-10
3
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lihat selengkapnya →

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.