TRIBUNMANADO.CO.ID – Sebanyak empat kapal dijadwalkan melayani pelayaran dari Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Keempat kapal tersebut melayani rute menuju sejumlah wilayah kepulauan di Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Provinsi Maluku.
Berdasarkan jadwal yang tersedia, seluruh kapal dijadwalkan berangkat pada pukul 17.00 WITA.
Calon penumpang yang hendak bepergian melalui jalur laut diimbau memperhatikan nama kapal, rute perjalanan, serta tujuan akhir sebelum membeli tiket.
Pelabuhan Manado yang beralamat di Jalan Pelabuhan III Nomor 1, kawasan Calaca, Kota Manado, menjadi salah satu pintu transportasi laut yang menghubungkan ibu kota Sulawesi Utara dengan berbagai daerah kepulauan di kawasan utara Indonesia.
Berikut jadwal empat kapal yang dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Manado pada Minggu, 18 Oktober 2026.
1. KM Saint Mary: Rute Tagulandang–Siau
KM Saint Mary dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Manado pukul 17.00 WITA dengan rute Manado–Tagulandang–Siau.
Tagulandang dan Siau merupakan wilayah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
Kedua wilayah tersebut menjadi bagian dari kawasan kepulauan yang mengandalkan transportasi laut untuk menunjang mobilitas masyarakat.
Pelayaran ini dapat menjadi pilihan bagi penumpang yang hendak menuju Tagulandang maupun Siau dari Manado.
2. KM Barcelona II: Tujuan Tahuna
KM Barcelona II juga dijadwalkan berangkat pukul 17.00 WITA dengan rute Manado–Tahuna.
Tahuna merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, yang terletak di kawasan perbatasan utara Indonesia.
Jalur laut Manado–Tahuna menjadi salah satu akses transportasi bagi masyarakat yang bepergian antara Kota Manado dan Kepulauan Sangihe, baik untuk keperluan keluarga, pekerjaan, maupun aktivitas lainnya.
3. KM Permata Obi: Rute Maluku Utara hingga Ambon
KM Permata Obi dijadwalkan berangkat pukul 17.00 WITA dengan rute Manado–Ternate–Jailolo–Sanana–Ambon.
Berbeda dengan dua kapal sebelumnya, kapal ini melayani perjalanan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Maluku Utara dan Provinsi Maluku.
Ternate merupakan kota di Provinsi Maluku Utara.
Sementara itu, Jailolo adalah ibu kota Kabupaten Halmahera Barat, sedangkan Sanana merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sula. Ketiganya berada di wilayah Provinsi Maluku Utara.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Ambon, ibu kota Provinsi Maluku.
Dengan cakupan rute tersebut, KM Permata Obi menghubungkan Manado dengan beberapa daerah kepulauan yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat antardaerah.
Calon penumpang disarankan memastikan pelabuhan tujuan dan jadwal persinggahan kepada agen resmi sebelum melakukan pembelian tiket.
4. KM Express Cantika Lestari: Rute Kepulauan Talaud
KM Express Cantika Lestari dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Manado pukul 17.00 WITA dengan rute Manado–Lirung–Melonguane–Beo.
Ketiga wilayah tujuan tersebut berada di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Melonguane merupakan ibu kota kabupaten, sedangkan Lirung dan Beo merupakan wilayah kecamatan di Kepulauan Talaud.
Letak geografis Talaud yang berada di bagian utara Sulawesi Utara membuat transportasi laut berperan penting dalam mendukung perjalanan masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, serta konektivitas antarpulau.
Kapal ini menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang hendak menuju wilayah Kepulauan Talaud dari Manado.
Pelabuhan Manado terletak di Jalan Pelabuhan III Nomor 1, kawasan Calaca, Kota Manado. Lokasinya dapat dijangkau melalui jaringan jalan perkotaan dari sejumlah titik strategis di ibu kota Sulawesi Utara.
Dari kawasan Zero Point Manado, jarak menuju pelabuhan diperkirakan sekitar satu kilometer.
Sementara itu, dari Mega Mall Manado, jaraknya berkisar satu hingga dua kilometer.
Pelabuhan juga dapat dijangkau dari kawasan Pasar Bersehati yang berada di sekitar Calaca.
Bagi penumpang yang datang dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, perjalanan menuju Pelabuhan Manado diperkirakan mencapai 13–15 kilometer, bergantung pada rute yang dipilih dan kondisi lalu lintas.
Penumpang dari kawasan Balai Kota Manado juga perlu memperhitungkan waktu perjalanan, khususnya ketika arus lalu lintas di pusat kota sedang padat.
Jarak tersebut merupakan perkiraan untuk membantu perencanaan perjalanan. Waktu tempuh sebenarnya dapat berbeda sesuai kondisi jalan.
Calon penumpang diimbau datang ke pelabuhan paling lambat satu jam sebelum jadwal keberangkatan untuk menjalani pemeriksaan dan mempersiapkan proses naik kapal.
Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan:
Dengan memastikan jadwal dan kelengkapan perjalanan sejak awal, penumpang diharapkan dapat melakukan perjalanan laut dari Pelabuhan Manado dengan lebih aman dan tertib.
(TribunManado.co.id/Ind)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.