Bengkayang (ANTARA) - Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengajak masyarakat berperan aktif melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah agar tradisi serta kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kebudayaan bukan hanya urusan pemerintah, bukan pula hanya tanggung jawab seniman dan budayawan. Kebudayaan adalah milik bersama dan tanggung jawab bersama,” kata Tjhai saat membuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang 2026, Kamis.
Menurut dia, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia pendidikan, seniman, budayawan, tokoh adat, dan masyarakat yang menjaga tradisi dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah daerah berperan menyusun kebijakan, menyediakan ruang ekspresi, memperkuat ekosistem kebudayaan, serta mendukung dan melindungi para pelaku budaya.
Sementara itu, lembaga pendidikan, maestro seni, dan tokoh adat perlu berkolaborasi menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar warisan leluhur tetap dipraktikkan, bukan sekadar dikenang.
Tjhai mengatakan PKD menjadi ruang bagi pelaku seni, pelajar, dan masyarakat untuk berpartisipasi sebagai pelaku, pencipta, inovator, dan penerus kebudayaan, bukan sekadar penonton.
“Nilai-nilai kearifan lokal perlu terus dihidupkan agar kebudayaan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan Kota Singkawang sekaligus menjaga keberagaman identitas, tradisi, komunitas, dan ekspresi budaya,” ujarnya.
Selain melestarikan tradisi, pemerintah kota ingin memastikan objek pemajuan kebudayaan dan cagar budaya peninggalan leluhur tetap dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Wali kota mengapresiasi penyelenggaraan PKD sebagai agenda kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang.
Ia berharap kegiatan tersebut memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah.