Jakarta -

Sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan wisata bahari dan industri kelautan.


Dengan didukung oleh kekayaan geografis dan keanekaragaman hayati laut, Indonesia memiliki modal penting untuk mengembangkan wisata bahari berkelas dunia.


Di Indonesia bagian barat misalnya, wisatawan dapat menikmati keindahan dari Kepulauan Riau, Belitung, Ujung Kulon, dan Kepulauan Seribu. Potensi tersebut berlanjut ke Bali, Lombok-Gili Tramena, hingga Labuan Bajo.




Sementara di kawasan timur, kekayaan biodiversitas laut Indonesia semakin menonjol karena berada di episentrum Coral Triangle. Potensi tersebut antara lain tersebar di Wakatobi, Ambon dan Banda, Morotai dan wilayah Maluku lainnya, hingga Raja Ampat.


Potensi alam bawah laut itu juga ditopang dengan besarnya pasar pariwisata Indonesia yang makin menarik wisatawan mancanegara. Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 15,4 juta dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 14,8 persen per tahun.





Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 lebih dari separuh wisatawan mancanegara atau 52,6 persen melakukan aktivitas wisata bahari selama berada di Indonesia.


Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan produk dan layanan wisata berbasis kelautan. Pasar wisata yacht di Indonesia juga terus berkembang.


Dari 261,9 juta dolar AS pada 2025 tumbuh menjadi 449,1 juta dolar AS pada 2033. Pertumbuhan tersebut setara dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau compound annual growth rate (CAGR) sekitar 7 persen.


"Pasarnya pun terus berkembang. Indonesia telah mencatat 127 kedatangan superyacht pada periode 2025-2026, tertinggi kedua di Asia Pasifik setelah Australia," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dikutip Antara.




Meski begitu, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pengembangan infrastruktur pendukung wisata bahari. Saat ini hanya terdapat 29 pelabuhan masuk dan keluar yacht yang telah ditetapkan di berbagai wilayah kepulauan Indonesia.


Kapasitas infrastruktur marina Indonesia juga masih relatif terbatas dibandingkan potensi pasar yang tersedia. Indonesia saat ini hanya memiliki 10 marina dengan total 336 tempat berlabuh atau berths.


"Yang ingin kita bangun bukan sekadar marina, tetapi ekosistem wisata bahari yang berkualitas dan berkelanjutan, dengan melibatkan UMKM, operator wisata, transportasi, hospitality, serta masyarakat lokal," kata Widiyanti.


Kerja sama dengan berbagai negara pun diperlukan untuk pengembangan marina berstandar internasional di berbagai destinasi strategis. Pengembangan itu dinilai penting untuk memperluas konektivitas wisata bahari, meningkatkan kapasitas berlabuh, memperkuat layanan bagi yacht, sekaligus membuka investasi baru di daerah-daerah.














Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.