Jakarta -

Salah satu kapal yang membawa ratusan migran kelebihan muatan tenggelam saat dalam perjalanan dari Djibouti menuju Yaman. Setidaknya 139 migran tewas, termasuk 15 anak-anak, dan 84 orang dilaporkan hilang.


Dilansir AFP, Minggu (11/10/2026), kapal tersebut mengangkut 305 orang, yang sebagian besar merupakan warga Ethiopia, terbalik di sebelah utara kota Obock, Djibouti, menurut pernyataan Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB (IOM).


"Para penyintas mengatakan kepada saya bahwa kapal mulai tenggelam dari bagian belakang segera setelah mereka menaikinya," ujar Alexandre Coissac, kepala misi IOM di Djibouti.








"Ini adalah hilangnya nyawa yang sangat memilukan," katanya dalam pernyataan tersebut.



"Doa kami menyertai para penyintas dan keluarga yang telah kehilangan orang-orang terkasih atau yang masih belum mendapat kabar mengenai kerabat mereka," tambahnya.


IOM awalnya melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 109 orang dan 116 orang hilang, namun kemudian merevisi angka tersebut menjadi 139 tewas dan 84 hilang setelah lebih banyak jenazah ditemukan.




Coissac mengatakan tim IOM telah berada di lokasi kejadian bersama otoritas Djibouti untuk memberikan bantuan darurat.


"Tragedi ini merupakan pengingat nyata akan bahaya yang dihadapi para migran di sepanjang koridor migrasi ini saat mereka mencari peluang ekonomi," ujarnya.


Para migran mencoba menyeberangi Selat Bab al-Mandeb menuju Yaman dan kemudian mencapai negara-negara Teluk.


Coissac mengatakan ia telah berbicara dengan salah satu penyintas kecelakaan kapal tersebut yang berasal dari wilayah Tigray di Ethiopia utara, tempat kelompok pemberontak sedang bertempur melawan pemerintah federal di tengah lonjakan kekerasan baru-baru ini.
















Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.