TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Panas berkepanjangan membuat lahan persawahan di wilayah Tondano mengalami kekeringan.
Bahkan ada petani yang mengalami gagal panen, lantaran belum sempat panen, namun sudah terjadi kemarau.
Gagal panen dialami juga oleh Joni Rumbay warga Papakelan yang memiliki sawah di Kelurahan Kiniar, Tondano Timur, Minahasa.
Baca juga: Welcome Dinner World Coconut Day 2026, Bupati Bolsel Hadir Bersama Delegasi
Ia memiliki sawah seperempat hektare yang ditanami padi sejak Mei 2026, saat itu air di sawah masih bagus.
"Saya tidak menyangka akan terjadi musim kemarau seperti ini," katanya, Jumat 9 Oktober 2026, saat menjaga tanaman padinya dari serangan burung.
Biasanya padi yang ditanamnya dengan sistem tebar benih sudah panen 3,5 bulan saja. Namun hingga saat ini sudah sekitar empat bulan, padi yang ditanamnya belum kunjung siap dipanen.
Sebab ada yang sudah berisi, ada yang setengah berisi, dan ada yang kosong.
"Ini sudah masuk gagal panen, saya jaga ini biar cuma mau ambil untuk bibit saja," jelasnya.
Untuk pengairan memang cuma mengandalkan irigasi saja. Namun sekarang kondisinya irigasi kering.
"Kami hanya berharap agar hujan segera turun. Sebab kalau mau pakai mesin air juga, sumber airnya tidak ada atau sudah kering," katanya.
Tanah persawahan juga saat ini sangat kering hingga terbelah-belah. (amg)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.