TRIBUNMANADO.COM, Manado - Mendonorkan sebagian darah mungkin hanya membutuhkan waktu singkat.
Namun, bagi orang yang sedang membutuhkan transfusi, darah yang disumbangkan dapat menjadi pertolongan yang sangat berarti.
Hal itulah yang membuat Nofri Mansa, warga Manado, rutin mengikuti kegiatan donor darah secara sukarela.
Bagi Nofri, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial. Lebih dari itu, donor darah menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
Ia mengaku merasa senang setiap kali dapat menyumbangkan darah untuk membantu orang lain yang membutuhkan transfusi.
Menurut Nofri, kebutuhan darah dapat muncul kapan saja.
Darah dibutuhkan pasien dalam berbagai kondisi, baik mereka yang sedang menjalani pengobatan maupun pasien yang membutuhkan transfusi karena kondisi tertentu.
Karena itu, ia menilai keberadaan pendonor sukarela sangat penting untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah.
“Donor darah itu selain membantu orang lain, kita juga merasa senang karena bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama,” kata Nofri kepada Tribun Manado, Kamis (8/10/2026).
Bagi Nofri, masyarakat tidak perlu menunggu anggota keluarga atau orang terdekat membutuhkan darah untuk mulai menjadi pendonor.
Dengan menjadi pendonor sukarela, masyarakat secara tidak langsung turut membantu Palang Merah Indonesia (PMI) memenuhi kebutuhan darah bagi pasien.
Pengalaman pribadi juga membuat Nofri semakin memahami pentingnya ketersediaan darah.
“Saya juga pernah merasakan bagaimana sulitnya mencari darah tertentu sehingga dengan melakukan donor darah kita bisa membantu orang lain,” ujarnya.
Selain membantu sesama, menurut Nofri, donor darah juga mendorong dirinya untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan menjaga kebugaran tubuh.
Pria yang gemar berolahraga ini menyadari bahwa tidak semua orang langsung berani menjadi pendonor, terutama mereka yang baru pertama kali mengikuti kegiatan donor darah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat yang belum pernah donor agar tidak takut atau ragu mencoba, selama memenuhi persyaratan sebagai pendonor.
Menurutnya, satu kali donor darah mungkin terlihat sederhana bagi seseorang.
Namun, darah yang disumbangkan dapat menjadi bagian penting dari upaya menyelamatkan dan membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
“Kalau kita sehat dan memenuhi syarat untuk donor, tidak ada salahnya kita membantu orang lain melalui donor darah,” katanya.
Nofri berharap semakin banyak masyarakat yang rutin menjadi pendonor.
Menurutnya, semakin banyak pendonor aktif, semakin besar pula dukungan terhadap ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baginya, donor darah bukan hanya tentang memberikan darah. Di balik setetes darah yang disumbangkan, ada kepedulian, solidaritas, dan semangat untuk saling membantu.
Gaya hidup
Pentingnya donor darah secara rutin juga tercermin dari kebiasaan sejumlah tokoh publik, satu di antaranya Bupati Minahasa Utara Joune Ganda.
Ia rutin melakukan donor darah setiap tiga bulan sekali.
Menurut Joune, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial.
Donor darah juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Mari kita berdonor darah untuk menjaga kesehatan, membantu sesama, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Minahasa Utara,” kata Joune Ganda.
Bagi Joune, donor darah secara rutin telah menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat yang dijalaninya.
Kebiasaan itu sekaligus menjadi contoh bahwa membantu sesama dapat dimulai dari hal sederhana.
Dengan semakin banyak masyarakat yang bersedia menjadi pendonor sukarela, kebutuhan darah di tengah masyarakat diharapkan dapat lebih terjaga. (edi/crz)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.