TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi dampak kesehatan yang paling banyak tercatat dalam laporan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Berdasarkan rekapitulasi Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti periode Oktober 2026, tercatat sebanyak 214 kasus ISPA yang ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, mengatakan kasus tersebut tersebar pada beberapa kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia.

Dari total tersebut, sebanyak 46 kasus terjadi pada balita, 38 kasus pada anak usia 5-9 tahun, 18 kasus pada remaja, 83 kasus pada kelompok dewasa, dan 29 kasus pada lansia.

“Kasus ISPA masih menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan dalam laporan dampak Karhutla. Masyarakat tetap perlu menjaga kondisi kesehatan, terutama ketika kualitas udara menurun,” kata Widya, Kamis (8/10/2026).

Walaupun demikian Widya mengatakan dari jumlah tersebut belum ada lonjakan kasus yang signifikan.

“Memang ada penambahan jumlah kasus, namun terbilang belum lonjakan,” tuturnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara dipengaruhi asap. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Selain ISPA, laporan Oktober juga mencatat adanya kasus gangguan kesehatan lainnya. Namun jumlahnya jauh lebih rendah dibandingkan ISPA. Tidak terdapat laporan kematian akibat penyakit yang tercatat dalam rekap tersebut.

Widya mengingatkan kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan agar lebih waspada terhadap paparan asap.

“Kalau muncul keluhan seperti batuk, sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.

Dinas Kesehatan, lanjutnya, terus melakukan pemantauan terhadap dampak kesehatan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan Karhutla melalui laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Kepulauan Meranti.

(Tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.