TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak yang aktif bermain, tampak sehat, dan tidak pucat belum tentu bebas dari kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi dapat terjadi ketika cadangan zat besi tubuh mulai berkurang, tetapi kadar hemoglobin (Hb) belum turun hingga masuk kategori anemia.

Kondisi tersebut disebut defisiensi besi tanpa anemia.

Prof. Dr. dr. Murti Andriastuti, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K), dari Unit Kerja Koordinasi Hematologi Onkologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa kondisi tersebut berbeda dengan anemia defisiensi besi.

“Kalau sudah dengan penurunan HB itu disebut anemia defisiensi besi. Tetapi kalau belum sampai terjadi penurunan HB, kita biasanya menyebutkan defisiensi besi tanpa anemia,” jelas Prof. Murti pada media briefing virtual, Rabu (7/10/2026).

Artinya, kadar Hb yang masih normal tidak otomatis menunjukkan cadangan zat besi anak juga cukup.

Bisa Terjadi Sebelum Anak Pucat

Defisiensi besi tanpa anemia sering sulit dikenali hanya dari penampilan anak sehari-hari.

Kekurangan zat besi dapat terjadi sebelum tanda anemia terlihat jelas.

Dalam pemaparannya, Prof. Murti menyebut sejumlah penelitian menunjukkan defisiensi besi tanpa anemia pada kelompok anak dan remaja berada di kisaran 15 hingga 20 persen.

Sementara itu, anemia defisiensi besi berada di bawah 10 persen.

Artinya, ada kelompok anak yang sudah mengalami kekurangan zat besi sebelum kadar Hb mereka turun.

Baca juga: Kawat Tertinggal di Jantung Pasien, Reputasi Dokter MF Hancur, Siap Jual Aset Bayar Kompensasi Rp5 M

Kondisi ini perlu diperhatikan karena zat besi berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan, termasuk perkembangan otak.

“Besi itu sangat diperlukan oleh perkembangan terutama otak. Sehingga memang kekurangan besi itu bisa mempengaruhi kemampuan otaknya di kemudian hari,” ujar Prof. Murti.

Bayi dan Anak dalam Masa Tumbuh

Kebutuhan zat besi meningkat ketika anak mengalami pertumbuhan cepat. Karena itu, bayi dan anak dalam masa pertumbuhan perlu mendapat perhatian dalam pemenuhan zat besi.

Orang tua tidak sebaiknya hanya menunggu anak terlihat pucat. Pucat dapat menjadi tanda anemia, tetapi kekurangan zat besi bisa terjadi sebelum anemia muncul.

Asupan makanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Sumber zat besi antara lain protein hewani seperti telur, hati, dan daging merah.

Jika orang tua khawatir mengenai kondisi gizi atau perkembangan anak, pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan dapat membantu menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Intinya, anak yang aktif dan tidak pucat belum tentu bebas dari kekurangan zat besi. Kondisi ini perlu diperhatikan sejak awal, terutama pada masa pertumbuhan dan perkembangan.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.