TRIBUNMANADO.COM, Manado - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Sulawesi Utara baru mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

Fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027 dan turut memengaruhi pola musim hujan di Sulawesi Utara. 

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Sulawesi Utara Aris Yunatas mengatakan, awal musim hujan di Sulut diperkirakan terjadi pada dasarian pertama dan kedua November 2026.

"Itu sudah mulai masuk dan diprediksi akan diikuti untuk wilayah-wilayah lainnya," ujar Aris dalam keterangannya kepada Tribun Manado, Senin (5/10/2026).

Menurut Aris, pada dasarian pertama November, musim hujan mulai terjadi di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara. 

Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Bolaang Mongondow bagian timur, sebagian besar Minahasa Selatan, sebagian Minahasa Tenggara, Minahasa bagian barat daya hingga barat, serta sebagian Kota Tomohon.

Musim hujan juga diprediksi mulai masuk ke Minahasa Selatan bagian utara, sebagian Kota Tomohon, Minahasa Utara, seluruh Kota Manado, sebagian besar Minahasa Utara, sebagian Kota Bitung, serta seluruh Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Sementara pada dasarian kedua November, musim hujan diperkirakan mulai terjadi di sebagian besar Bolaang Mongondow Utara, sebagian Bolaang Mongondow, sebagian kecil Bolaang Mongondow bagian timur, sebagian Bolaang Mongondow Timur, serta Minahasa Selatan bagian selatan.

Selain itu, hujan mulai memasuki wilayah Minahasa Tenggara bagian selatan hingga barat daya.

"Minahasa Tenggara bagian timur hingga tenggara, dan Minahasa bagian selatan itu juga sudah mulai hujan di dasarian kedua. Kemudian berlanjut ke wilayah-wilayah lainnya," kata Aris.

Aris menjelaskan, dampak kemarau yang dipengaruhi El Nino menyebabkan awal musim hujan 2026-2027 mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal. 

Biasanya, musim hujan di Sulawesi Utara mulai berlangsung pada awal Oktober.

"Tapi mundur satu hingga tiga dasarian dari normalnya. Ada beberapa wilayah juga yang masih sama musim hujannya," ujarnya.

BMKG memprediksi sifat hujan selama periode musim hujan 2026-2027 berada pada kategori normal hingga di bawah normal. 

Sementara puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Desember 2026 hingga Mei 2027.

Kondisi kemarau yang berlangsung lebih panjang juga menyebabkan periode hari tanpa hujan (HTH) di sejumlah wilayah Sulawesi Utara semakin panjang. 

Hasil monitoring BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Sulut mengalami HTH dengan kriteria ekstrem.

"Artinya sudah lebih dari 60 hari tanpa hujan," kata Aris.

Kekeringan di Bolmut

Dampak panjangnya musim kemarau mulai dirasakan masyarakat, terutama petani. 

Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), cuaca panas dan minimnya curah hujan membuat sejumlah petani di Kecamatan Bintauna belum dapat kembali menanam padi.

Pantauan Tribun Manado di Kompleks Persawahan Bonoto Bintauna, Sabtu (3/10/2026), menunjukkan kondisi lahan persawahan mengalami kekeringan. 

Permukaan tanah terlihat retak dan keras akibat minimnya ketersediaan air. 

Sisa tanaman padi yang telah dipanen juga tampak mengering, sementara sebagian lahan belum dapat diolah untuk musim tanam berikutnya.

Yusrin Samuel (59), salah seorang petani di Bintauna, mengatakan dirinya sudah sekitar lima bulan tidak dapat menanam padi karena cuaca panas dan sulitnya memperoleh air untuk mengairi sawah.

"Ini sudah sekitar 5 bulan saya tidak dapat menanam padi karena cuaca panas," ujarnya.

Menurut Yusrin, sejumlah petani memang sempat melakukan penanaman, tetapi sebagian mengalami gagal panen karena lahan persawahan mengering.

"Banyak yang gagal panen karena lokasi persawahan mengering," katanya.

Selain faktor cuaca, kondisi irigasi yang sementara diperbaiki juga disebut turut menyebabkan berkurangnya pasokan air ke persawahan.

Yusrin mengkhawatirkan apabila kondisi tersebut berlangsung lama, luas lahan yang dapat ditanami akan semakin berkurang dan berdampak terhadap produksi padi. 

Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat membantu mencari solusi, termasuk penyediaan sumber air maupun bantuan sarana pertanian agar lahan persawahan kembali dapat dimanfaatkan.

Hujan di Sangihe

Di tengah kondisi kemarau di sejumlah wilayah, hujan deras mulai mengguyur Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Minggu (4/10/2026). 

Hujan dengan intensitas cukup tinggi melanda sejumlah kawasan dan menyebabkan kondisi cuaca di wilayah tersebut berubah.

Warga, terutama yang berada di kawasan rawan banjir, tanah longsor dan pohon tumbang, diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kondisi tersebut sejalan dengan prediksi BMKG bahwa memasuki November, sejumlah wilayah Sulawesi Utara mulai beralih menuju musim hujan.

Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado BMKG mengeluarkan Peringatan Dini 3 Harian pada Senin (5/10/2026) yang berlaku pada 5-7 Oktober 2026.

Dalam peringatan dini itu, BMKG tidak mencatat adanya wilayah yang masuk kategori Waspada untuk hujan sedang-lebat, Siaga untuk hujan lebat-sangat lebat, maupun Awas untuk hujan sangat lebat-ekstrem. Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi angin kencang di sejumlah wilayah.

BMKG juga mengingatkan kemungkinan terjadinya hujan lebat secara tiba-tiba di sejumlah wilayah, termasuk Manado dan sekitarnya. 

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau membawa payung atau jas hujan. Pengendara juga diminta berhati-hati karena hujan dapat mengurangi jarak pandang dan membuat jalan licin.

Untuk Selasa (6/10/2026), BMKG memprakirakan kondisi cuaca Sulawesi Utara secara umum didominasi berawan. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 17-33 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada kisaran 26-97 persen.

Wilayah Bolaang Mongondow, Minahasa, Kepulauan Sangihe, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Bolmong Utara, Sitaro, Bolmong Timur, Bolmong Selatan, Manado, Bitung, Tomohon dan Kotamobagu diprakirakan berawan. 

Berbeda untuk Kepulauan Talaud yang diprakirakan mengalami hujan ringan. (ndo/pri/ara/edu)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.