Laporan Wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Kepala Posko Wilayah (Kaposkowil) Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh, Safrizal ZA menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penyelesaian pembangunan Hunian Tetap (Huntap) agar rampung sepenuhnya pada rentang tahun 2026 hingga 2027.

Hal tersebut ditegaskannya saat doorstop dengan awak media usai memimpin Focus Group Discussion (FGD) Satgas Aceh terkait realisasi Transfer ke Daerah (TKD) tambahan di Portola Grand Renggali Hotel Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat pusat dan daerah, diantaranya Kepala Pelaksana BPBA, Bupati dan Wakil Bupati, maupun yang mewakili serta narasumber dari Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Rikie dan Simon Saimima.

Dalam keterangan kepada awak media, Safrizal menekankan bahwa percepatan pembangunan Huntap (Hunian Tetap) bagi masyarakat yang terdampak bencana menjadi prioritas pemerintah pusat. 

Safrizal menargetkan Huntap dapat terus dikebut mulai tahun ini dan segera rampung di 2027 mendatang, agar tidak sampai bergeser hingga 2028.

"Kita tidak berharap ada yang geser ke 2028 untuk rumah (Huntap).

Karena kalau lain-lain selesai semua, masyarakat masih tinggal di pengungsian, di huntara, terasa kurang atau tidak maksimal.

Jadi prioritas memang huntap 2026 sampai dengan 2027 tuntas," ujar Safrizal dengan tegas.

Safrizal meluruskan asumsi sebagian pihak yang mengira proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) akan selesai seluruhnya pada tahun ini. 

Menurutnya, program yang dirancang secara sistematis melalui Rencana Induk (Rinduk) ini berjalan dalam koridor waktu tiga tahun.

"Memang kita ini program rehab-rekon direncanakan lewat Rinduk itu tiga tahun.

Jadi sebagian mungkin berasumsi bahwa akan selesai tahun ini. Kita tiga tahun, tahun 2026 yang sisa tiga bulan, kemudian 2027, dan terakhir di 2028," jelasnya.

Ia merincikan, pembiayaan program tersebut bersumber dari alokasi Rinduk senilai Rp 101 triliun, tambahan dana TKD, serta alokasi Dana melalui Instruksi Presiden (Inpres) yang masih terus dikalkulasikan. 

Seluruh pekerjaan Huntap yang telah teridentifikasi ditargetkan tuntas sepenuhnya pada akhir Desember 2028.

Terkait pengerjaan fisik di lapangan, pembangunan huntap dikerjakan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BNPB, hingga dukungan yayasan swasta. 

Yayasan Buddha Tzu Chi  Rampungkan 600 Unit

Yayasan Buddha Tzu Chi tercatat telah merampungkan sekitar 600 unit, sementara proyek di bawah Kementerian PKP sebagian besar sudah melewati tahap lelang.

Khusus untuk Kabupaten Aceh Tengah, proyek huntap dilaporkan telah memiliki pemenang lelang dan diantaranya ditargetkan dapat rampung sebahagian pada tahun 2026 ini.

Sementara itu, untuk Kabupaten Bireuen yang tidak menerima fasilitas huntara, disiapkan skema huntap khusus yang pengerjaannya terbagi antara tahun 2026 dan 2027. (*)

Baca juga: Dua Hari Tanpa Kabar, Seorang Pria Asal Koja Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kontrakan di Aceh Tengah

Baca juga: Satgas PRR Aceh Gelar FGD Bahas Perkembangan Realisasi TKD Tambahan di Aceh Tengah

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.